Tuhan Tidak Memaksa Kita Untuk Menjadi Murid-Nya!

Siraman Rohani , Jumat 11 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 16:24 -28

Saudara-saudari … Injil hari ini sangat menarik untuk direnungkan. Tuhan sesungguhnya tidak memaksa kita untuk mengikuti Dia. Keputusan untuk mengikuti Dia ada pada kita.

Tetapi di saat kita memutuskan untuk mengikuti Dia, pada saat itu juga kita harus mengikuti perintah dan persyaratan-Nya. Katanya pada hari ini: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.

St. Klara, yang kita rayakan pestanya hari ini adalah satu contoh pengikut Yesus Kristus yang sangat setia. Dia adalah anak orang kaya. Ia mengikuti pendidikan yang sangat baik. Tetapi kemudian ia sangat merasa tertarik dengan kehidupan Sto. Fransiskus Asisi. St. Klara meminta St. Fransikus untuk mengikutinya. St. Fransikus menerimanya. Konsekwensi dari mengikuti St. Fransiskus, Klara harus menghayati dan mengamalkan hidup miskin. St. Fransiskus mengenakan kepadanya sehelai jubah kasar kepada Klara. Pakaian yang indah yang dibawanya dari rumah harus diganti. Mulai saat itu Klara menjalani cara hidup miskin demi Kristus dan Injnilnya.

Itulah yang dimaksudkan Yesus Kristus dengan perkataan: menyangkal diri. Klara harus menyangkal diri sebagai anak orang kaya. Demi Kristus yang miskin, Klara harus hidup miskin agar dengan gampang merasakan apa artinya hidup miskin. Kalau di rumah orang tuanya, Klara punya banyak makanan dan minuman, tetapi kini dia harus bekerja keras mencari makanan. Ia harus kerja kebun dan keluar ke jalan meminta-minta. Ia harus menerima semuanya karena itu adalah keputusan bebasnya tanpa paksaan. Cara hidup baru, hidup miskin, dijalankannya dengan baik berkat topangan yang kuat. Topangan itu adalah DOA dan MATIRAGA yang keras. Dalam proses banyak wanita, termasuk Agnes adik kandung Klara, mengikuti Klara. Kemudian St. Fransiskus menempatkan mereka menjadi inti sebuah biara baru di San Damiano dekat Asisi. Klara diangkat sebagai pemimpin biara San Damiano. Biara ini menjadi perintis ordo wanita-wanita miskin, yang lazim disebut Ordo suster-suster Klaris.

Saudara-saudari… Betapa sering kita mengeluh kalau kita alami kesulitan dalam hidup dan malah marah kepada Tuhan. Siapakah penyebab kesulitan kita? Mengapa kadang kita marah kepada Tuhan kalau kita alami tantangan?

Bagaimana tanggapan kita akan pernyataan Kristus hari ini: “Siapa yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku?” Siapakah yang membawa kita ke Yesus Kristus? Apakah atas kemauan kita sendiri atau kita dipaksakan oleh orang lain?

Saudara-saudari…. Sekali kita memutuskan untuk mengikuti Kristus, pada saat itu juga kita sudah menjadi milik-Nya dan Dia adalah Tuhan kita. Yang Tuhan harapkan dari kita adalah selalu setia dan percaya kepada-Nya. Apa pun situasi yang kita alami, terimalah situasi itu dengan sabar dan ajaklah Tuhan untuk membantu kita agar kita lalui situasi itu dengan baik. Belajarlah dari St. Klara. Dia mengikuti Tuhan atas putusannya sendiri. Di kala dia masuk dalam situasi baru, dia tidak pernah panik karena itu adalah konsekwensi dari pilihannya. IMAN dan DOA sudah memampukan Klara untuk mengarungi hidup yang penuh tantangan dengan baik dan sukses. Bersama Tuhan dia selalu berhasil.

Marilah kita memohon St. Klara dan Bunda Maria untuk mendoakan kita, agar kita pun selalu sabar dan sanggup menghadapi tantangan hidup dengan baik dan sukses. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s