Kuncinya Ada Dalam Diri Kita Sendiri!

Siraman Rohani, Selasa 08 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 15: 1- 2.10 -14

Saudara-saudari…. Perkataan Yesus hari ini, Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan, sungguh menarik untuk direnungkan.

Kalau dipikirkan secara baik, memang sangat benar apa yang dikatakan Yesus Kristus. Kalau kita kaitkan dengan dosa, dosa itu sesungguhnya berakar pada keputusan bebas seseorang. Keputusan itu datang dari hati dan pikiran setiap orang. Walaupun ada orang yang menggoda saya tetapi kalau saya sama sekali tetap berpegang pada prinsip hidup saya, mau hidup suci, maka godaan dari luar itu sama sekali tidak bisa mempengaruhi hati dan pikiran saya.

Kekuatan dari dalam diri saya akan sangat mempengaruhi keputusan saya, entah mau mengikuti atau tidak. Sebaliknya kalau kerinduan dari dalam sangat kuat untuk melakukan sesuatu yang tidak berkenan pada Tuhan dan sesama, walaupun saya sudah dinasihati, tetapi pada akhirnya semua nasihat itu tetap tidak mempan bagi saya. Saya akan tetap mau melakukan apa yang sudah saya rencanakan.

Saya ingat seorang teman, namanya Hendrikus, dia sering jatuh dalam kebiasaan yang sama, yaitu ketagihan alkohol. Hendrikus dinasihati oleh pemimpinnya untuk mengikuti kaunseling. Sesudah mengikuti kaunseling, bukan perubahan positip yang terjadi, tetapi sebaliknya hidupnya semakin buruk. Kaunseling yang datang dari luar sepertinya tidak merubah tingkah-laku Hendrikus. Sewaktu ditanya, apa yang dipelajari selama kaunseling, dengan spontan dia menjawab: Saya tidak pelajari apa-apa. Saya dipaksakan oleh pemimpin untuk mengikutinya. Itu keputusan pemimpin, bukan kehendak saya.

Kuncinya bukan dari luar, tetapi dalam diri sendiri. Yang datang dari luar akan bisa bermanfaat, kalau disposisi bathin dari pribadi bersangkutan siap menerimanya dengan senang hati. Tetapi kalau hati dan pikiran tidak menerimanya maka jangan mengharapkan satu hasil yang baik.

Perkataan Yesus hari ini: Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan, sungguh benar, karena yang memutuskan untuk berbuat baik atau buruk bukanlah orang luar, tetapi diri sendiri. Hati dan pikiran seseorang harus sejalan untuk menerima dan melakukan entah hal-hal yang baik atau buruk. Yang datang dari luar boleh dibilang satu tawaran, tetapi bukan keputusan akhir.

Saya yakin kita semua sudah mengalaminya di saat kita berhadapan dengan satu godaan. Pada saat kita digoda pada saat itu selalu ada dua suara halus muncul dalam hati dan pikiran kita, satu katakan YA untuk mengikutinya, sementara yang satu katakan JANGAN. Pada akhirnya kita sendirilah yang memutuskan untuk memilih, entah mengikuti suara YA atau JANGAN. Keputusan itu datang dari dalam, bukan dari luar. Dari luar hanya tawaran. Setiap keputusan kita akan selalu mendatangkan akibat, entah baik atau buruk.

Marilah saudara-saudari… Kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita, agar sebelum kita mengambil satu keputusan, hendaklah kita selalu sadar dan sempat membuat satu analisa yang baik, apa kira-kira akibat dari keputusan kita, dan semoga kita selalu sadar melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita agar pilihan kita selalu sesuai dengan kehendak-Nya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s