Yesus Selalu Peduli Dengan Keadaan Kita!

Siraman Rohani, Senin 07 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 14: 13 – 21

Saudara-saudari … seorang teman karena mengalami begitu banyak kesulitan hidup, ia berkeinginan untuk habiskan hidupnya dengan mengambil jalan pintas, gantungkan dirinya dan membunuh diri. Tetapi di saat dia bergulat tiba-tiba ada bunyi ketukan di pintu depan. Awalnya dia tidak peduli dengan bunyi ketukan itu, tetapi karena ketukan itu tidak juga berhenti, dia ke pintu dan membukakan pintu. Di pintu dia temukan seorang anak kecil dengan senyuman ceriah. Dia menyapa tuan rumah: Ibu selamat pagi. Tuhan memcintai ibu. Selamat berbahagia di hari ini. Mengamati wajah si anak kecil ini dan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anak kecil ini, muncul satu perasaan yang sangat lain dalam diri sang ibu.

Tiba-tiba saja semangat hidupnya untuk maju terus muncul dengan sangat kuat. Sewaktu anak kecil ini pergi, sang ibu kembali ke ruang tamu, duduk merenung. Dia bertanya diri: Siapakah anak kecil ini? Mengapa dia datang di saat saya lagi bergulat? Apa maksud kedatangannya ke sini? Sang ibu sadar bahwa anak kecil itu adalah Yesus. Dia datang untuk meneguhkan dia bahwa dia sesungguhnya tidak sendirian. Dia harus bekerja bersama Kristus dan harus meminta bantuannya. Yesus selalu peduli dengan keadaan-nya. Dia harus memohon padanya untuk membantu dia.

Mengakhiri permenungannya dia berkata: Terima kasih Yesus karena engkau sungguh peduli dengan keadaan saya.

Sejak waktu itu sang ibu pelan-pelan merubah sikap menghadapi situasi hidupnya. Dia serahkan segala kesulitan hidupnya kepada Yesus dan karena sikapnya yang sangat positip ini, ia pelan-pelan mengalami perubahan dalam hidupnya.

Saudara-saudari…Injil hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus selalu tergerak hati ini kepada orang yang menderita dan orang yang selalu rindu bertemu Yesus. Kisah perbanyakan roti dan ikan adalah bentuk ungkapan kepedulian Yesus Kristus kepada mereka yang lapar.

Kepercayaan kepada Yesus yang selalu peduli akan hidup kita adalah dasar untuk berharap pada-Nya dan dorongan untuk selalu mencari Dia di saat kita sungguh dalam keadaan terjepit. Dia adalah sumber segalanya. Dia adalah andalan kita. Dia adalah pribadi yang selalu siap mendengarkan keluhkesah kita dan Dia akan selalu mendengarkan kita.

Marilah saudara-saudari…. percayalah selalu kepada-Nya. Datanglah kepada-Nya. Dia selalu peduli akan situasi dan keadaan kita. Dia pasti mendengarkan kita dan menjawabi kita.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk selalu datang kepada-Nya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s