Pikirkan Dengan Baik Sebelum Membuat Perjanjian!

Siraman Rohani, Sabtu 05 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 14: 1 – 12

Saudara-saudari…. Belasan tahun yang lalu, seorang frater dengan berani memasukan lamarannya ke Pemimpin Serikat untuk mengingkarkan kaul kaul kebiaraannya untuk seumur hidup. Lamarannya diterima oleh Pemimpin Serikat dan Dewan. Berita gembira ini disampaikan oleh frater ini kepada orangtua. Orang tua dan sanak-saudara merasa gembira mendengar berita gembira ini.

Beberapa hari sebelum mengikrarkan Kaul kekal, orangtua dan sanak-saudara datang ke seminari Tinggi. Malam sebelum hari perayaan, pada jam makan malam, Frater berdiri dan memberi satu pengumuman. Dengan segala penyesalan dia katakan, bahwa dia merasa tidak layak untuk mengikrarkan kaul kekalnya. Dia merasa tidak sanggup. Mendengar pengumuman itu, semua yang hadir dalam ruang makan itu diam. Orangtuanya cuma tunduk, sementara beberapa teman kelasnya mendekati dia dan merangkul dia sambil menangis.

Itu satu kenyataan yang terjadi. Sang frater, sewaktu menulis lamaran untuk kaul kekal tidak memikirkan secara matang apa yang sedang terjadi dalam dirinya, dan juga tidak sempat memikirkan apa yang akan terjadi ke atasnya di kemudian hari. Di sisi lain, ia sudah mengecewakan orangtua dengan segala pengorbanan keluarga, tetapi di pihak lain ia sudah dengan berani mengambil satu keputusan yang tegas agar tidak akan terjadi hal yang lebih buruk di kemudian hari.

Saudara-saudari…. Dalam Injil hari ini kita mendengar ada tiga pribadi yang terlibat dalam pembunuhan Yohanes Pembaptis. Mereka adalah anak perempuan Herodias, Herodias dan Herodes. Herodes sangat terpesona menyaksikan indahnya gerak-gerik gadis cantik dalam menari. Karena sungguh sangat terpukau dan menyukakan hatinya, maka Herodes dengan spontan bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Herodes sungguh tidak memikirkan konsekwensi dari pernyataannya. Ia sangat terlena dengan penampilan anak gadis itu.

Anak gadis itu tidak tahu apa yang harus dimintanya. Dia lari kepada ibunya. Sekarang kesempatan emas bagi sang ibu, yang sudah lama merasa benci kepada Yohanes Pembaptis yang sudah menelanjakan dia dengan Herodes, karena Yohanes menegur mereka di depan umum: “Tidak halal engkau, Herodes, mengambil Herodias sebagai istri-mu.” Kini kebencian itu diluapkannya dan menyuruh anak gadisnya untuk meminta Raja Herodes memenggal kepala Yohanes dan kepala itu harus disimpan dalam sebuah talam dan diserahkan kepada anak gadisnya.

Satu kebencian yang sudah sangat mengakar dan sepertinya tidak ada jalan lain untuk bisa melempiaskannya, selain membalas dendam dan mematikan pribadi yang menjadi penyebab kebenciaannya. Herodes, yang sudah mengangkat sumpah tidak bisa menarik kembali sumpahnya, walaupun ia merasa takut akan Yohanes. Satu-satunya jalan yang harus dibuatnya adalah mengikuti sumpahnya. Penyesalan sungguh tidak berarti karena akibat buruk dari sumpahnya sudah mendatangkan malapetaka bagi orang lain.

Satu peringatan bagi kita semua:
1) Supaya selalu berhati-hati dalam berkata dan berjanji. Perkataan dan janji kita akan selalu direkam dan diingat oleh orang lain. Memenuhi perkataan dan janji akan mendatangkan kepuasaan bagi kedua belah pihak. Tetapi kalau perkataan dan janji tidak diwujud-nyatakan maka kita tidak akan dipercayai lagi.

2) Jangan cepat-cepat berjanji di saat perasaan kita lagi diselimuti oleh perasaan senang oleh indahnya gerak-gerik seseorang, atau ganteng atau cantiknya seseorang. Karena hal-hal tersebut sangat bersifat sementara.

3) Merasa jengkel dan marah karena dikritik selalu mengarah pada perasaan mau membalas dendam. Sebaliknya menerima kritikan sebagai masukan yang sangat positip akan membuat seseorang semakin dewasa dan matang dalam hidup.

Kita berdoa semoga sebelum mengadakan satu perjanjian kita harus memikirkan secara matang apa kira-kira konsekwensi dari padanya, agar kita tidak terjebak dan menyesal untuk seumur hidup.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s