Jadilah Pewarta Sabda Tuhan Lewat Cara Hidup!

Siraman Rohani , Kamis 03 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 13:47-53

Saudara-saudari …. Hari ini Yesus menyampaikan satu perumpamaan yang menarik tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah seumpama pukat yang dilabuhkan di laut lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Perumpaan ini mau melukiskan sifat Allah, yang selalu terbuka menyambut manusia.

Allah, lewat para pewartaNya, setiap hari mewartakan kerajaan Allah kepada semua pendengar. Sabda Allah yang diwartakan itu diperdengarkan kepada siapa saja. Sabda Allah itu ibarat pukat yang menangkap setiap pendengar. Yang pasti bahwa para pendengar punya sifat dan tingkah lakunya yang berbeda. Ada yang mendengarkan Sabda Allah dengan sikap yang sangat baik: mendengarkan, memahami, menghayati dan mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan harian.

Mereka yang selalu menghayati dan mengamalkan ajaran Tuhan ini dianggap sebagai hasil tangkapan yang baik dan dimanfaatkan oleh pemukat. Mereka adalah pendengar Sabda Tuhan yang bisa menjadi saksi Kristus dalam kehidupan harian. Mereka adalah pribadi-pribadi yang sudah memuliakan Tuhan lewat kehidupan harian mereka. Pada akhir zaman nanti, mereka-mereka ini akan hidup dengan Tuhan dalam kerajaan-Nya. Sementara mereka yang tidak menghayati dan mengamalkan ajaran Tuhan akan dibuang.

Saudara-saudari…. Betapa sering kita mendengar Sabda Tuhan, entah pada hari Minggu atau di saat kita berkumpul mengadakan kebaktian atau mendengar lewat audio. Pertanyaan kita: Apakah kita selalu mendengar-Nya dengan penuh perhatian? Apakah kita selalu menghayati dan mengamalkannya dengan baik? Apakah benih Sabda Tuhan yang sudah ditanam dalam diri kita sudah bertumbuh kembang dan menghasilkan buah berlimpah?

Sebagai pengikut Kristus, kita sesungguhnya bukan hanya sebagai pendengar Sabda Tuhan, tetapi juga sebagai pewarta atau pemukat. Apakah kita selalu sadar bahwa kita sesungguhnya adalah pewarta Sabda Tuhan? Bagaimana rasanya di saat kita berhasil memukat/menarik orang lain masuk menjadi anggota Kristus? Di saat kita gagal dalam memukat, apakah kita cepat putus asa? Kepada siapakah kita lari di saat kita merasa bahwa segala usaha kita dalam memukat sepertinya sia-sia, tidak mendatangkan hasil?

Saudara-saudari, wartakanlah apa yang sudah didengar dan sudah dialami bersama Tuhan. Percayalah selalu pada Tuhan dan ajaran-Nya. Tetapi kalau kita acuh tak acuh pada Tuhan dan menolak ajaran-Nya, maka akibatnya akan kita tanggung. Karena menurut pesan Injil hari ini, mereka yang menolak ajaran Tuhan akan dibuang pada pengadilan akhir.

Benar bahwa Tuhan selalu memberi kebebasan kepada manusia. Mudah-mudahan kita selalu sadar dan bertanggungjawab dalam menghayati dan mengamalkan kebebasan kita. Pilihan kita hari ini akan sangat mendatangkan akibat di masa mendatang. Memilih Tuhan berarti akan mengalami keselamatan, sebaliknya memilih Setan, akan mendatangkan malapetaka.

Kita berdoa semoga kita selalu memilih Tuhan dan selalu menjadi pendengar yang setia serta pewarta Sabda Tuhan yang bertanggungjawab.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s