Tuhan Harus Selalu Diutamakan!

Siraman Rohani , Rabu 02 Agustus 2017

Rm Fredy Jehadin SVD

Matius 13: 44 – 46

Saudara-saudari…. Siapakah yang selalu menjadi prioritas kita dalam hidup harian kita?

Di satu tempat hidup satu keluarga miskin tanpa anak. Setiap hari mereka menjual kayu bakar. Dari hasil jualan, mereka membeli kebutuhan harian. Sang suami, namanya Lazarus, memiliki satu kapak. Kapak ini dijaganya dengan sangat baik karena dengan kapak ini dia bisa memotong dan membela kayu-kayu kering lalu dijualnya. Pada suatu hari, selagi memotong kayu kering di samping sungai besar, jatuhlah kapaknya ke dalam kolam yang sangat dalam. Lazarus tidak bisa berbuat apa-apa. Dia juga tidak tahu menyelam.

Dia hanya bisa menangis tersedu-sedu di pinggir sungai karena kapak yang menjadi sumber kekuatannya sudah hilang. Selagi dia menangis datanglah malekat Allah, menepuk bahunya. Malaikat bertanya kepadanya: “Ada apa Lazarus? Mengapa menangis?” Jawabnya: “Kapak-ku jatuh dalam kolam yang dalam dan saya tidak bisa menyelam.” “Jangan menangis Lazarus. Saya akan selam mengambilnya.” Malaikat langsung menyelam dan membawa satu kapak emas. Dia serahkan kepada Lazarus. Tetapi Lazarus dengan sopan katakan: “Kapak emas ini bukan kapak saya.” Kemudian Malaikat turun lagi dan mengambil kapak perak dan serahkan kepada Lazarus, tetapi Lazarus katakan bukan ini, kemudian Malaikat turun lagi mengambil kapak prunggu, tetap ditolak Lazarus karena itu bukan kapaknya. Kemudian Malaikat turun dan mengambil kapak kepunyaan Lazarus. Begitu dibawanya kapak kepunyaannya, Lazarus sangat gembira.

Dia memeluk kapak sederhana yang sangat dicintainya. Karena kejujuran dan cintanya akan apa yang dimilikinya, Malaikat menghadiahkan semua kapak yang dikumpulkannya itu kepada Lazarus. Lazarus menjual kapak emas, kapak perak dan perunggu itu. Kini hidup mereka berubah: dari miskin menjadi kaya. Lazarus membeli satu Speed boat. Dengan speed boat itu mereka pesiar. Pada satu hari, sambil berbaring di atas boat/motor laut, angin kencang datang dan menyapu sang istri ke laut. Sang istri tercebur dan tenggelam masuk ke dasar laut. Lazarus tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menanggis tersedu-sedu.. Malaikat yang sama muncul lagi. Lazarus meminta tolong pada Malaikat itu untuk selamatkan istrinya. Malaikat turun ke dasar laut dan pulang membawa seorang gadis cantik berumur 18 tahun. Ia serahkan kepada Lazarus.

Malaikat katakan kepadanya: “Apakah ini istrimu?” Lazarus diam tidak menjawab. Ia menerima gadis cantik itu tanpa kata-kata. Sesudah diam beberapa menit, Malaikat berkata kepada Lazarus: “Sekarang saya tahu engkau tidak jujur.” Lazarus menjawab Malaikat: “Dengan jujur saya katakan kepadamu: Saya takut…. Kalau saya katakan kepadamu, gadis cantik ini bukan istriku, nanti engkau turun ambil nona yang lain, kalau saya katakan tidak, engkau turun lagi ambil yang lain, dan terakhir sekali engkau akan ambil istri saya. Saya takut nanti pada akhirnya engkau hadiahkan semua wanita itu menjadi istri saya. Saya tidak sanggup menjadikan mereka semua jadi istri saya. Lebih baik saya jaga satu dari pada banyak.” Mendengar penjelasan Lazarus, Malaikat mengambil gadis cantik itu, dan membawanya pulang ke dasar laut, lalu mengambil istri Lazarus. Begitu Lazarus mendapatkan kembali istrinya, dia sangat bahagia.

Lazarus mencintai Kapaknya, ia tidak tergoda dengan kapak yang dibuat dari emas, perak dan perunggu. Kesetiaannya kepada kapak yang sederhana itu mendatangkan berkat. Demikian pun dengan istrinya. Takut akan apa yang terjadi, Lazarus diam, dengan pasrah ia menerima gadis cantik walaupun itu bukan istrinya. Ia takut, mungkin malaikat akan memberinya banyak dan meminta dia menjaga semuanya. Kejujurannya dalam menjelaskan apa yang terjadi dalam dirinya, mendatangkan berkat baginya. Istri yang dicintainya kini kembali kepadanya. Lazarus selalu mengutamakan apa yang dicintainya.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk mengutamakan apa yang kita cintai. Tuhan adalah sumber hidup kita. Tuhan selalu menyiapkan apa yang kita butuhkan. Asal usul hidup kita adalah berasal dari Tuhan. Cepat atau lambat, kita akan kembali kepada Tuhan. Sadar akan kebaikan dan cinta Tuhan, maka sudah seharusnya Tuhan selalu menjadi prioritas hidup kita. Walapun dunia ini selalu menawarkan keindahan dan kenikmatan tetapi semuanya hanya bersifat sementara.

Karena itu, marilah saudara-saudari…. Peganglah Tuhan, jadikanlah Dia sebagai yang paling utama dan terutama dalam hidup kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s