Tuhan Selalu Sabar Dengan Manusia!

Siraman Rohani , Selasa 01 Agustus 2017

Permenungan Oleh : Admin (EB)

Matius 13:36-43

Saudara-saudari… lewat Injil hari ini, Yesus menjelaskan tentang perumpamaan lalang diladang. Sebenarnya setiap kali saya mendengar perumpaan tentang hal kerajaan surga dan akhir zaman, muncul rasa takut di dalam diri saya. Mengapa demikian, karena saya pasti lebih mengenal diri dan karakter saya sendiri setelah Tuhan. Sadar bahwa jika bukan karena kasih Allah,saya tidak akan mendapat bahagian kelak dikerajaan surga.

Tuhan selalu sabar dengan manusia, merupakan judul permenungan hari ini. Kesabaran Allah bisa kita lihat dengan berbagai perumpamaan yang Dia sampaikan kepada kita, agar kita mudah paham apa yang ingin Dia sampaikan. Karena manusia akan mudah menyerap suatu informasi jika itu dikaitkan dengan hal-hal yangkerap berhubungan dengan keseharian-nya.

Tuhan tidak serta merta langsung membinasakan manusia meskipun dosa kian meraja lela. Dia tetap setia mengajar dan membimbing kita dengan berbagai perumpamaan-Nya. Karena Allah ingin kita membuka diri untuk menerima Dia didalam hari dan kehidupan kita.

Mari saudaraku, melalui bacaan Injil hari ini, renungkanlah apa yang sudah kita lakukan sepanjang hidup kita. Jangan biarkan si iblis menabur benih kejahatan didalam kehidupan kita yang singkat ini.

Lewat Injil hari ini , Yesus juga mengingatkan para murid-Nya bahwa Setan selalu berkeliaran mau menghancurkan benih Sabda Tuhan yang sudah disemaikan dalam diri manusia. Setan dan Tuhan sama-sama mau memiliki manusia. Tetapi kuncinya ada pada keputusan manusia, apakah dia memilih Tuhan atau Setan.

Tuhan pada dasarnya selalu memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih. Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki dirinya agar boleh diselamatkan dan dibenarkan pada penghakiman terakhir. Yang pasti bahwa ada pengadilan terakhir. Kebaikan yang dibuat oleh manusia selama hidupnya akan mendatangkan keselamatan baginya, sementara kejahatan yang dilakukannya akan mendatangkan kegelapan.

Pertanyaan untuk kita: apakah kita selalu memanfaatkan kesempatan semasih kita hidup untuk cepat-cepat memperbaiki diri atau kita selalu menunda-nunda kesempatan untuk memperbaiki diri kita? Di saat terjadi perbedaan pendapat atau salah pengertian: apa yang selalu kita buat? Apakah kita saling membuka diri dan saling mendengarkan atau kita cepat-cepat mengambil keputusan dan mengadili sesama?

Marilah saudara-saudari… Kita belajar dari Yesus untuk selalu bersabar dan saling mendengarkan. Teguhkanlah iman dan bukalah mata hati dan telinga iman kita agar kita selalu bisa mengambil keputusan dan memilih jalan yang benar.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s