Anti Gores

Sore ini saya memperhatikan Phone Cell tua saya yang lumayan sudah kusam. Terlihat anti gores yang sangat rusak, sehingga saat menggunakannya sering agak sulit. Terpikir oleh saya untuk mengganti phone cell namun saya mengurungkan niat karena masih ada keperluan yang lebih penting di banding mengganti phone cell. Saya putuskan untuk menggantikan anti gores saja, dan pasti akan kelihatan lebih bersih dan tidak sekusam sekarang nantinya.

Hati kita juga perlu anti gores untuk menghindari pengaruh buruk dari kehidupan sehari-hari. Jika hati kita tidak kita lengkapi dengan anti gores, maka kita akan terjerumus dengan hal-hal yang di luar dugaan kita telah merusak kita. Seperti yang tertulis di dalam kitab Amsal 4: 23 : Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. —Amsal 4:23

Jantung kita berdenyut sebanyak 70-75 detak per menit. Meskipun rata-rata beratnya hanya 300 gram, setiap hari sebuah jantung yang sehat memompa 7.500 liter darah lewat pembuluh darah sepanjang kurang lebih 96,5 km. Setiap harinya, jantung menghasilkan energi yang besar, cukup untuk mengemudikan sebuah truk sejauh 32 km. Jika hal itu berlangsung sepanjang hidup kita, jaraknya sama dengan perjalanan pulang-pergi ke bulan. Sebuah jantung yang sehat dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Sebaliknya, jika jantung kita gagal berfungsi, seluruh tubuh kita akan mati. (Sumber : Santapan Rohani)

Demikian juga “hati rohani” kita, jika tidak kita perlengkapi dengan anti gores, bisa tidak berfungsi dan mati.

Ketika kita membaca, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan” (Ams. 4:23), hal itu memang masuk akal, akan tetapi sangat sulit dilakukan. Beragam tuntutan hidup selalu menyita waktu dan energi kita, dengan desakan agar kita segera memperhatikannya. Di sisi lain, kita mungkin tidak merasa didesak untuk menyediakan waktu dalam mendengar dan melakukan firman Allah. Kita mungkin tidak segera menyadari akibat dari sikap kita yang mengabaikan firman-Nya, tetapi lambat laun, hal tersebut dapat membuat kita rentan untuk mengalami kejatuhan iman.

Saya bersyukur kepada Allah karena Dia telah memberikan firman-Nya kepada kita. Kita membutuhkan pertolongan Allah agar kita tidak mengabaikan firman-Nya, melainkan menggunakannya untuk menye-laraskan hati kita dengan hati-Nya dari hari ke hari.

Mari menjaga hati kita, tetap rendah hati dan tidak mengabaikan doa. Tuhan memberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s