Apa Yang Diterima Secara Gratis Harus Dibagikan Secara Gratis Juga!

Siraman Rohani
Kamis 13 Juli 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Apa Yang Diterima Secara Gratis Harus Dibagikan Secara Gratis Juga!
Matius 10:7 – 15
Saudara-saudari …. Saya mengenal dua orang bapa di salah satu tempat, sebut saja nama mereka: Petrus dan Paulus. Petrus sangat dikenal oleh masyarakat, karena ia termasuk seorang petani sukses. Dia sangat senang membagi pengalaman pribadinya bagaimana memberantas hama yang merusakan pohon coklat/kakao dan cengkeh dengan caranya dan kini banyak petani coklat dan cengkeh yang lain mengikuti metodenya yang sangat sederhana. Penemuan itu diterimanya setelah berdoa dan meditasi di kebunnya. Dia juga menceriterakan kepada saya bahwa dia menemukan satu ramuan herbal dari hasil kombinasi dua kulit kayu untuk menyembuhkan Malaria dan batuk. Dia dengan senang hati menceriterakan bagaimana membuatnya dan bagaimana kasiatnya.
Sementara Paulus, yang sebaya dengan Petrus, juga tahu membuat ramuan herbal untuk menyembuhkan penyakit tertentu tetapi tidak menceriterakan kepada orang lain termasuk saya apa nama pohon dan bagaimana cara membuatnya. Ia mendapat inspirasi itu lewat doa. Itu pengakuannya, tetapi tidak mau bagikan kepada siapa-siapa termasuk saya. Itu hanya untuk dirinya sendiri.
Kalau saya amati tingkah laku dari Petrus, dia begitu semangat membagi pengalamannya dengan sukacita dan memberikan resep-resep penemuannya dengan cuma-cuma, hidupnya sangat bahagia, sehat dan kelihatannya masih tetap muda dan awet walaupun umurnya sudah 80 tahun. Sebaliknya Paulus, dia sangat kikir, raut mukanya semakin tua, walaupun dia sedikit lebih muda dari Petrus. Keadaan fisiknya melemah dan sakit-sakit.
Sesudah mengamati keadaan Petrus dan Paulus, saya berkesimpulan bahwa kebahagian membagi apa yang diterima secara gratis selalu mendatangkan kebahagian. Selain itu kemurahan memberi kepada sesama, selain membagahagiakan diri sendiri, juga sudah membuat orang lain bahagia. Sebaliknya mengekang pemberian Tuhan ddmi kepentingan diri sendiri tidak membuat diri sendiri bahagia. Selain itu kasiat dari pemberian gratis itu akan pelan-pelan berkurang karena tidak dimanfaatkan sesuai dengan kehendak dari yang memberinya.
Saudara-saudari…. Apa yang dibuat oleh Petrus yang murah hati ini, sesungguhnya perwujudan dari pesan Tuhan yang kita dengar pada hari ini.  Hari ini Yesus dengan tegas katakan kepada para muridnya: “Kamu telah memperoleh kuasa itu dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Kuasa itu adalah kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, mengusir setan-setan. Kuasa yang diberikan secara percuma itu bertujuan untuk membahagiakan orang lain.
Saudara-saudari…. Pemberian gratis ini sangat berbeda dengan penemuan para professional yang mendapat ilmu pengetahuan lewat pendidikan formal, seperti dokter, ilmuwan, dan lain-lain. Ilmunya dibeli lewat pendidikan. Karena itu sewaktu ia mempraktekkan ilmunya, maka keahliannya harus dibayar.
Pertanyaan untuk diri kita sendiri: Pernahkah kita mendapat inspirasi lewat doa dan permenungan? Apakah inspirasi itu sangat bermanfaat bagi hidup kita? Pernahkah kita membagi inspirasi yang bermanfaat itu kepada sesama kita secara gratis? Bagaimana perasaan bathin kita di saat kita membagi penemuan kita kepada sesama?
Marilah saudara-saudari … Bagilah pengalaman iman dan rahmat Tuhan kepada sesama. Jangan nikmati rahmat dan kuasa Tuhan yang diterima secara gratis itu untuk kepentingan diri sendiri atau demi kekayaan pribadi. Kalau kuasa itu hanya dinikmati oleh diri sendiri dan demi kekayaan diri sendiri, maka rahmat itu dalam proses akan kehilangan kasiatnya.
Kita bersyukur karena kita diberi rahmat Tuhan secara gratis. Kita berdoa semoga rahmat yang diterima secara gratis itu, selalu dimanfaatkan secara gratis juga demi kebahagian diri sendiri dan sesama kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s