Kosongkan Diri Dan Biarkan Roh Tuhan Mengisinya!

Siraman Rohani
Sabtu 08 Juli 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil: Matius 9:14 – 17

Saudara-saudari….. Pada hari ini, penulis Injil, yaitu Matius ngomong tentang Puasa. Puasa yang dibicarakan di sini lebih berhubungan dengan kegiatan rohani. Para murid Yohanes bertanya kepada Yesus: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus: “Dapatkah sahabat – sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?” Dari jawaban Yesus dapat dimengerti tujuan dari berpuasa itu sendiri, yaitu mengekang diri dari segala kebiasaan buruk yang menghalangi seseorang untuk bisa mendekatkan diri pada Tuhan. Selama berpuasa seseorang secara sadar fokuskan pikiran dan hatinya, mengadakan latihan rohani agar bisa merasakan kedekatannya dengan Tuhan. Dari jawaban Yesus ada kesan bahwa mereka yang mengadakan puasa merasa kehilangan Tuhan dalam dirinya. Sadar akan kehilangan itu, kini secara aktip mereka berusaha mengadakan Puasa agar Tuhan yang mereka rindukan itu boleh kembali hadir dalam diri mereka. Kalau kita amati para murid Yohanes dan orang Farisi, secara lahiriah mereka tidak tinggal bersama Kristus, yang adalah Tuhan. Mungkin mereka sering jatuh dalam dosa, karena itu mereka merasa bahwa dosa yang mereka lakukan sudah menjauhkan mereka dari Tuhan. Sadar akan keadaannya maka mereka secara sadar mengadakan puasa, kontrol diri dari segala kebiasaan buruk dan secara sadar fokuskan perhatiannya pada Tuhan. Dengan demikian mereka kembali merasakan bahwa Tuhan ada bersama mereka.
Sebaliknya para murid Yesus, mereka selalu ada bersama Dia. Setiap hari mereka hidup dan makan bersama Yesus Kristus. Mereka selalu merasa bahagia bersama Kristus. Mereka selalu menyaksikan mujizat yang diadakan Kristus. Mereka tidak perlu berpuasa karena Tuhan selalu hadir di tengah mereka dan selalu merasakan kehadiran-Nya. Karena itu Yesus katakan: “Dapatkah sahabat – sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?” Berada bersama Kristus berarti alami sukacita, bukannya dukacita. Yesus juga sadar bahwa sukacita para murid-Nya ada batasnya. Karena itu Dia berkata: “Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari antara mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Itu berarti di saat Yesus secara fisik tidak ada lagi bersama para murid-Nya, pada saat itu para murid-Nya secara fisik merasa ada kehilangan Yesus. Mereka tidak lagi melihat Yesus secara jasmani. Para murid akan jatuh dalam dosa, karena dosa, mereka akan merasa jauh dari Yesus. Supaya Roh Kristus kembali hadir dalam diri mereka, maka mereka harus berpuasa, kontrol diri dari segala kebiasaan buruk dan secara aktip menjalankan latihan rohani, antara lain berpuasa.

Pertanyaan kita: Apakah kita selalu merasakan Kristus ada di dalam hati dan pikiran kita setiap hari? Apakah kita selalu merasa bahagia dan sukacita? Apakah kita sangat membutuhkan puasa?

Marilah saudara-saudari… Kita adalah murid Kristus. Sebagai murid Kristus sudah seharusnya kita selalu merasakan Kristus dalam hidup kita setiap hari. Seandainya kita merasakan kehilangan Kristus karena kesibukan kita dalam bidang yang lain, maka mungkin Injil hari ini bisa menjadi bahan inspirasi rohani untuk berpuasa sebentar, kosongkan diri sebentar dan fokuslah pada Tuhan agar Dia kembali mengisi kekosongan hati kita dengan Roh-Nya.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menyadarkan kita agar kita bisa fokus pada-Nya sehingga kita tidak akan kehilangan Dia dalam hidup harian kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s