Tuhan Selalu Hadir Di Saat Kita Dalam Bahaya!

Siraman Rohani
Selasa 04 Juli 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil : Matius 8: 23 – 27

Saudara-saudari…. Ada seorang pemuda berumur belasan. Ia direkrut oleh satu perusahan untuk bekerja di negara tetangga. Dia dijanjikan bahwa segala sesuatu akan beres, tidak usah cemas. Ia pergi bersama beberapa teman tanpa paspor. Sebelum tinggalkan keluarga, saudarinya sempat tanya apakah sudah ada paspor, tetapi katanya tidak usah cemas, semuanya akan beres. Sesudah beberapa minggu bekerja di negara asing, pemuda ini merasa bahwa perlakuan dari bosnya sangat tidak manusiawi. Bersama temannya, ia lari dari perusahan dan melapor diri pada kantor polisi. Karena tidak punya paspor dan visa, maka mereka diringkus dalam Penjara. Sesudah diproses, mereka di kirim pulang ke Tanah Air. Diharapkan bahwa mereka akan cepat sampai di tanah air, tetapi di luar perkiraan, mereka dimasukkan lagi ke dalam penjara yang lain. Di sana mereka diperlakukan secara kasar. Kadang mereka tidak diberi makanan selama beberapa hari. Tetapi walaupun demikian pemuda ini tetap merasa kuat. Katanya bahwa sumber kekuatan yang dimilikinya selama itu adalah datang dari doa. Dia tidak pernah lupa berdoa. Dia percaya bahwa Tuhan selalu hadir di saat dia dalam situasi sulit. Pada suatu hari muncul saja pikiran dan keinginan yang begitu kuat dari dalam dirinya untuk lari dari penjara. Sebelum mewujudkan rencananya, dia berdoa meminta penerangan Roh Kudus kalau memang keinginannya ini berkenan pada Tuhan. Katanya: “Tuhan kalau memang rencana ini berkenan kepada-Mu selamatkanlah aku.” Pada malam yang gelap itu, ia naik tembok yang begitu tinggi dan dari ketinggian ia lompat dan lari tanpa tahu arah. Ia berjalan di hutan dan sewaktu tiba di satu kampung, dia tanya pada orang yang dijumpainya: “Apakah ada gereja sekitar itu.” Orang tunjukkan gereja. Begitu tiba di gereja, dia melihat ada gua Maria. Dia memeluk Patung Bunda Maria dan menangis. Kemudian dia berlutut dan berdoa dalam Greja. Sewaktu Pastor datang, dia memeluk kaki Pastor dan perkenalkan nama dan asalnya. Selama beberapa hari ia tidak mau tidur dalam pastoran, tetapi tidur saja di dalam Gereja. Dia merasa sangat aman dan tenang tidur di dalam rumah Tuhan. Selanjutnya berkat bantuan Pastor, dia berhasil ngomong dengan keluarga. Pastor meminta pastor pembantu untuk mengantar dia ke keluarganya. Sekarag dia hidup bahagia bersama keluarga.

Saudara-saudari… Kisah nyata ini mau mengajar kita bahwa betapa besarnya kasih Tuhan di saat kita berada dalam situasi kritis. Di saat kita lapar, Tuhan tetap menguatkan kita, di saat kita disengsarakan, kita tetap diberi kesabaran dan kekuatan untuk menahan penderitaan; di saat kita masih dibutuhkan Tuhan, Dia tetap menatang kaki dan tubuh kita agar kita jangan hancur di saat kita melompat dari ketinggian. Tuhan sungguh hadir di saat kita dalam situasi sulit. Kehebatan pemuda dalam ceritera ini adalah dia selalu sadar bahwa Tuhan hadir dan selalu siap membantu dia.

Saudara saudari…Injil hari ini menceriterakan ketakutan para rasul di saat mereka diombang ambing oleh ombak yang ganas. Karena merasa begitu takut, mereka membangunkan Yesus Kristus dan meminta Yesus untuk menolong mereka agar jangan binasa. Reaksi Yesus bukannya langsung menghardik angin dan danau itu, tetapi menegur para rasul, katanya: Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? Yesus secara tidak langsung mau mengingatkan mereka bahwa Dia adalah penguasa dari segala sesuatu. Dia adalah pencipta dari semuanya termasuk angin dan danau. Alam tidak akan membinasakan Dia dan mereka yang percaya kepada-Nya. Kemudian Dia menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Lewat kisah Injil ini kita diingatkan bahwa di mana saja Tuhan berada, keselamatan selalu saja terjadi; di mana saja Tuhan berada dukacita akan diganti dengan sukacita; di mana saja Tuhan berada angin ribut dan ombak ganas akan berubah menjadi damai dan tenang.

Marilah saudara-saudari…. Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman, kepercayaan dan kesadaran kita bahwa Dia selalu hadir di saat kita berada dalam situasi apa saja, terlebih di saat kita berada dalam situasi kritis. Semoga kita selalu berpegang pada-Nya; bercakap-cakap dengan Dia; selalu meminta pada-Nya untuk menolong kita. Bersama Dia kita selalu selamat.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s