Permohonan Kita Selalu Dikabulkan Tuhan!

Siraman Rohani7
Sabtu 01 Juli 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil Matius 8: 5 – 17

Saudara-saudari…. Kalau kita amati bacaan Injil hari ini ada tiga cara pendekatan manusia terhadap Yesus Kristus dan bagaimana tanggapan Yesus Kristus dalam menghadapi permohonan manusia.
Pertama: Mendekati Tuhan tanpa menghadirkan orang yang mau dibantu. Seorang Perwira datang mendapati Yesus dan memohon kepada-Nya untuk menyembuhkan hambanya yang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. Dalam hal ini sang Perwira sungguh sangat mengimani Yesus Kristus. Sewaktu Yesus katakan bahwa Ia akan datang menyembuhkan hambanya, sang Perwira langsung bereaksi: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Lewat expresi bathin ini bisa dilihat kekuatan iman dan sikap rendah hati dari sang Perwira. Sang Perwira percaya bahwa kekuasaan Tuhan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu. Walaupun hambanya tidak hadir di depan Yesus, tetapi dia percaya bahwa kekuatan kuasa Yesus tetap akan sampai kepada hambanya yang sakit. Mendengar expresi iman yang kuat dari sang Perwira, Yesus langung berkata kepadanya: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Iman dan Rendah hati adalah kunci dari mujizat yang terjadi. Hamba yang sakit sembuh. Saudara-saudari… Sikap sang Perwira mengingatkan kita akan pentingnya berdoa untuk sesama kita yang membutuhkan, walaupun orang yang membutuhkannya jauh dari kita. Doa yang kita panjatkan dari jauh untuk orang sakit selalu dikabulkan Tuhan, yang penting kita doakan dengan penuh iman dan rendah hati.
Kedua: Yesus pergi ke rumah Petrus dan melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Injil tidak katakan bahwa Petrus mengundang Yesus untuk mengunjungi ibu mertuanya. Yesus memegang tangan perempuan itu dan lenyaplah demamnya. Pesan yang kita terima dari pendekatan seperti ini adalah Tuhan selalu mengetahui apa yang sedang kita alami dan selalu berbelaskasihan kepada orang menderita. Sikap yang harus selalu kita pupuki adalah terbukalah selalu menerima kedatangan Tuhan di saat apa saja dan biarkanlah tangan Tuhan menjamah kita. Percayalah selalu bahwa Tuhan selalu mencintai kita dan selalu siap menyembuhkan kita dari segala macam penyakit. Sebagai jawaban atas kebaikan dan mujizat yang kita alami adalah layanilah Tuhan dengan cara kita masing-masing. Ibu Mertua Petrus begitu sembuh langsung bangun dan layani Yesus Kristus bersama murid-Nya.
Ketiga: Orang berbondong-bondong membawa orang sakit kepada Yesus. Dalam hal ini orang sakit dan para penolong sama-sama mendekati Tuhan dengan satu intensi khusus: mohon kesembuhan. Satu pesan yang menarik untuk kita adalah kita harus satu dalam iman mendoakan intensi yang sama. Betapa sering orang mendoakan orang sakit, tetapi orang sakit sendiri tidak mau berdoa. Semua doa yang keluar dari iman yang kuat, baik dari penderita sakit maupun dari orang sehat akan selalu dikabulkan Tuhan. Tuhan selalu mengadakan mujizat dalam diri orang yang memiliki iman yang kuat, pasrah kepada Tuhan, bekerjasama dalam doa dan rendah hati.
Marilah saudara-saudari…. kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman, cinta dan harapan kita kepada-Nya agar segala doa dan harapan kita selalu dikabulkan-Nya.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s