Mujizat Selalu Terjadi Dalam Hidup Kita!

Siraman Rohani Jumat 30 Juni 2017 Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaai Injil: Matius 8: 1 – 4

Saudara-saudari…. Bacaan Pertama dan Injil hari ini menceriterakan kepada kita akan kuasa Allah. Bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Kejadian 17: 1-22, Tuhan menjanjikan kepada Abraham bahwa ia dan Sarah akan mendapat anak laki-laki dan mereka akan menamai dia Ishak. Janji Tuhan terpenuhi. Walaupun secara biologis Abraham dan Sarah sudah lanjut usia tetapi karena Tuhan menghendaki maka terjadilah seperti yang sudah dijanjikan-Nya. Bagi Tuhan segalanya mungkin terjadi. Tuhan mengharapkan agar manusia pun turut bertanggungjawab dalam karya keselamatan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan sendiri, yaitu keselamatan manusia. Sebagai orang yang percaya kita pun diharapkan untuk selalu menjawabi tawaran Allah untuk menlanjutkan karya keselamatan Tuhan lewat cara hidup dan tutur kata kita. Kesetiaan kita dalam menjalankan perintah Tuhan pasti akan diberkati Tuhan. Berkat itu akan terwujud dalam mujizat-mujizat kecil yang selalu kita alami setiap hari. Apa saja mujizat-mujizat itu? Pasti kita masing-masing mengetahuinya, yang paling penting mata hati kita selalu sensitip melihat dan merasakannya.
Abraham dan Sarah mengalami banyak mujizat karena mereka selalu memberi diri kepada Allah dan biarkan Allah menuntun mereka. Iman mereka akan Allah sungguh sangat kuat.

Saudara-saudari… Si Kusta dalam Injil hari ini mengalami mujizat Allah karena ia sungguh sadar akan kuasa Allah yang berada dalam diri Yesus Kristus. Imannya akan Yesus Kristus mendorong dia untuk memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Sesungguhnya si Kusta sudah melanggar adat istiadat Yahudi. Orang yang menderita penyakit Kusta, orang najis, pendosa, tidak boleh bergaul dan berkomunikasi dengan orang sehat, baik dan normal, tetapi karena dorongan iman akan Kristus, ia berani ungkapkan isi hatinya kepada Yesus Kristus. Karena kuat imannya kepada Yesus Kristus maka Yesus Kristus pun menanggapinya dengan sangat positip. Yesus menjawabnya bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. Dari sudut adat istiadat Yahudi Yesus sudah melanggar aturan, – menjamah orang kusta, karena orang Kusta adalah pendosa dan sangat najis. Tetapi Yesus sadar akan maksud dan tujuan kedatang-Nya ke dunia ini, yaitu untuk mencari anak-anak Allah yang hilang dan membawanya pulang kepada Allah; menyembuhkan orang sakit agar mereka boleh meneruskan tugas dan karya keselamatan Allah.
Iman selalu memungkinkan mujizat terjadi.

Saudara-saudari…. Seperti Abraham dan orang Kusta, kita pun harus kuat dalam iman. Jangan hanya mengagumi mujizat yang terjadi pada orang lain, tetapi kagumilah dan bersyukurlah kepada Tuhan atas mujizat yang selalu dibuatNya dalam hidup kita setiap hari.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu sadarkan kita bahwa Ia selalu aktip partisipatip dalam hidup kita, dan selalu membuat mujizat dalam hidup kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s