Jadilah Nabi Yang Benar

Siraman Rohani Rabu 28 Juni 2017 Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil : Matius 7: 15 – 20

Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta St. Ireneus dari Lyon, dia seorang uskup dan martir. Dia adalah murid dari St Polikarpus. St. Polikarpus adalah murid dari St. Yohanes, Rasul Yesus Kristus. St. Polikarpus menulis apa yang diajarkan oleh Rasul Yohanes akan pengalamannya dengan Yesus Kristus. Dari tulisan St. Polikarpus, St. Ireneus belajar banyak tentang Yesus Kristus dari kesaksian St. Yohanes. St. Ireneus bekerja di Lyon sebagai seorang Imam. Pada tahun 177 uskup Potinus, uskup Lyon dianiaya dan dibunuh. Kemudian Ireneus diangkat jadi uskup kota Lyon menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkotbah dalam bahasa setempat. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus. Namanya Ireneus artinya pencinta damai. Dalam perselisihan antara gereja Yunani dan Latin tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus. St. Ireneus adalah seorang nabi dan gembala yang benar dan tidak ada kepalsuan dalam dirinya. Dia adalah pohon yang baik, yang menghasilkan buah yang baik juga. Sebagai nabi dia mengajar ajaran yang benar. Dia bukan saja mengajar ajaran yang benar, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam hidup hariannya. Ia sama sekali tidak takut mempertaruhkan nyawanya demi ajaran yang benar akan Kristus. Ia rela menjadi martir demi Kristus.

Saudara-saudari…. Hari ini Yesus Kristus berkata kepada para murid-Nya: Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Bagaimana bisa kita bedakan nabi benar dan nabi palsu? Ada tiga tanda-tanda konkrit yang nampak dalam diri para nabi, siapa nabi benar dan siapa nabi palsu:
1. Nabi benar memberi diri seutuhnya untuk melayani Tuhan tanpa mengharapkan jaminan material. Walaupun tanpa diberi jaminan material dia tetap dengan penuh semangat menjalankan tugas pelayanannya. Yang diharapkannya adalah orang mengenal Kristus. Sementara nabi palsu dalam menjalankan tugasnya selalu mengharapkan imbalan. Kadang dengan polos menuntut dari orang yang dilayaninya jaminan material. Tanpa imbalan ia tidak punya gairah lagi untuk meneruskan pelanyanannya.
2. Nabi benar dasar pelayanannya adalah cinta. Ia promosikan cinta akan Allah dan sesama. Ia berani berkorban demi Tuhan dan sesama yang dilayaninya. Sementara nabi palsu, dia promosikan dirinya sendiri. Dirinya menjadi pusat perhatian. Ada kesombongan dalam dirinya. Kalau diundang untuk memberi retreat atau bawakan acara rohani, dia akan tentukan berapa banyak stipendium yang harus dibayar.
3. Dalam pewartaan, nabi benar mewartakan ajaran Kristus. Sebelum berkotbah, dia mendengar apa yang dibisikan Tuhan kepadanya. Sementara nabi palsu ia mengolah pikirannya sendiri dan jadikan pikirannya itu menjadi ajaran akan Yesus Kristus. Pikirannya menjadi pusat untuk melihat Yesus Kristus. Karena melulu dari otak maka orang yang mendengarkan ajarannya sangat sulit untuk memahaminya. Hati dan iman nabi palsu dikesampingkan. Kalau ada yang menolak pendapatnya maka ia akan sangat kecewa dan frustrasi. Kalau ia ditantang ia akan lari.

Sauadara-saudari… Bagaimana dengan pengalaman kita, apakah kita sudah alami kedua nabi ini dalam hidup kita? Bagaimana reaksi kita? Bagaimana kita melihat diri kita sendiri, apakah kita nabi yang benar atau nabi yang palsu? Dalam mewartakan Yesus Kristus, apa yang menjadi sasaran pewartaan kita? Siapa yang kita wartakan?

Marilah saudara-saudari… Kita berdoa semoga semangat St. Ireneus, uskup dan martir selalu menjadi inspirasi hidup kita dan semoga berkat Tuhan selalu mendatangkan buah berlimpah dalam karya kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s