Jangan Cepat – Cepat Menghakimi Sesama!

Siraman Rohani
Senin 26 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil : Matius 7: 1 – 5

Saudara-saudari… Injil hari ini mengingatkan saya akan pengalaman pribadi-ku. Betapa sering saya mengeritik orang lain. Tetapi setelah secara jujur memeriksa diri ternyata apa yang saya kritikan itu justru hal itu merupakan bagian dari kekurangan diri-ku sendiri. Sadar akan kekurangan itu saya harus menerima diri bahwa sebagai manusia pada dasarnya saya tidak sempurna. Ketidak sempurnaan-ku sudah seharusnya membuat saya rendah hati, karena kekurangan itu pasti akan dilengkapi oleh orang lain walaupun mereka juga ada kekurangan.

Hari ini Yesus berkata: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Pernyataan Yesus ini sudah menjadi kenyataan pada diriku sendiri. Sadar akan kekuranganku, maka saya selalu berusaha untuk mengekang diri, dan berusaha untuk melihat ke dalam diri sendiri apakah benar bahwa saya tidak memiliki kekurangan yang tidak dimiliki oleh teman yang sedang dikritik itu? Karena kalau saja kekurangan teman itu ada pada saya, maka kritikan itu akan kembali lagi pada diriku sendiri. Sungguh sangat memalukan. Saya harus mengekang diri dan jangan cepat menghakimi sesama.

Saya ingat seorang pembina di seminari. Dia meminta anak seminari untuk taat pada peraturan. Harus hadir di tempat 10 menit sebelum kegiatan mulai. Kasihan sekali bahwa banyak anak seminari yang tidak percaya pada omongannya karena dia sendiri selalu terlambat. Perkataan dan perbuatannya tidak sejalan. Jadinya ditertawakan orang.

Saudara-saudari… Sabda Tuhan hari ini mau menguji kejujuran hati dan pikiran kita. Apakah kita sungguh tahu keadaan hati dan pikiran kita? Kalau kita sungguh tahu kelebihan dan kekurangan diri sendiri, maka dalam mengeritik seseorang, kepolosan dan kejujuran kita pun akan terlihat. Orang yang dikritik pun akan dengan senang menerima masukkan kita. Tetapi kalau kita tidak sadar akan kelebihan dan kekurangan kita, maka dalam mengeritik, sangat mungkin, kritikan kita akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri.

Kita ingat orang Farisi dan tua-tua agama Yahudi yang datang membawa seorang perempuan yang tertangkap basa kepada Yesus dan meminta Yesus untuk menghakiminya. Jawab Yesus: Barangsiapa yang tidak berdosa, silahkan melemparkan batu kepadanya. Pernyataan Yesus itu menjadi bahan refleksi bagi mereka semua. Sesudah mereka sadar bahwa mereka juga adalah manusia berdosa, maka mulai dari yang tertua sampai yang termuda pergi tinggalkan perempuan itu dan tidak seorangpun yang melempari dia dengan batu.

Sebagai manusia, tidak seorang pun dari antara kita yang sempurna. Kita semua punya kekurangan dan kelebihan. Karena itu dalam menghakimi atau mengeritik sesama, sebelum melakukannya sebaiknya kita melihat diri dulu. Jangan cepat-cepat menghakimi agar tidak dihakimi.

Marilah saudara-saudari…. Kita berdoa semoga Tuhan selalu sadarkan kita akan dosa dan kesalahan kita agar kita tidak gegabah menghakimi sesama.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s