Menjadi Apakah Anak Ini Nanti?

Siraman Rohani
Sabtu 24 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil: Lukas 1: 57-66.80

Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta Kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelahirannya sungguh di luar perhitungan manusia. Mereka yang menyaksikan kelahirannya pada bertanya: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Pertanyaan ini sesungguhnya keluar dari keheranan mereka. Mengapa? Ada tiga alasan: Pertama: Yohanes lahir dari seorang ibu yang sudah lanjut usianya. Secara biologis, seorang wanita tua tidak mungkin bisa mengadung lagi. Zakharias sendiri sempat pertanyakan hal itu kepada malaikat, katanya: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya?” Lk 1:18. Kedua: Sejak Zakharia mendapat kabar gembira bahwa Elisabet akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, pada saat itu juga Zakharia menjadi bisu. Mengapa Zakharia bisu? Apa hubungan anak yang akan dilahirkan dengan kebisuan Zakharia? Pasti ada maksud tertentu. Tetangga dan keluarga dekat Zakharia pun pada heran. Menjadi apakah anak ini nanti? Ketiga: Sewaktu penyunatan dan memberi nama kepada bayi yang baru dilahirkan. Namanya tidak mengikuti nama bapanya tetapi samasekali nama baru, yaitu Yohanes. Dan yang paling mengherankan lagi adalah bahwa pada saat Zakharia membaca apa yang ditulisnya: “Namanya adalah Yohanes”, pada saat yang sama terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya. Semua yang hadir terheran-heran, mengapa diberi nama yang samasekali lain dari nama bapanya? Ada apa di balik nama itu? Keheranan mereka pun menjadi-jadi sewaktu mulut Zakharia terbuka dan lidanya terlepas sewaktu ia membaca tulisan yang ditulisnya: “Namanya adalah Yohanes.” Mereka yang hadir pada bingung, sebagai expresi kebingungan mereka berkata: Menjadi apakah anak ini nanti?
Saudara-saudari… Pertanyaan – menjadi apakah anak ini nanti – terjawab dalam perjalanan waktu. Yohanes menjadi seorang Nabi Besar. Hal itu dikatakan oleh Yesus sendiri dalam Injil Matius 11:11. Yesus berkata: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah ada seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. Dia adalah nabi terakhir, yang menyiapkan jalan bagi Mesias. Dialah yang menyiapkan jalan bagi Kristus. Ia mengajak banyak orang untuk bertobat dan memberi diri untuk dibaptis. Walapun Yohanes Pembaptis besar di hadapan Allah tetapi ia selalu merendahkan dirinya. Ia memperkenalkan Yesus Kristus kepada muridnya dan dengan sopan dan tulus berkata: Ia (Yesus Kristus) harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil. Yohanes 3:30.
Saudara-saudari…. Kita semua dilahirkan ke dunia ini dengan satu tujuan dan maksud tertentu. Tuhan punya rencana atas kita masing-masing. Mungkin di saat kita kecil, orangtua atau kenalan kita juga sudah ungkapkan pertanyaan yang sama: jadi apakah anak ini nanti?
Profesi yang sedang kita jalankan sekarang mungkin saja itu adalah jawaban dari pertanyaan mereka di masa kita kecil, jadi apakah anak ini nanti? Kalau profesi yang kita miliki sekarang adalah jawaban dari pertanyaan mereka, maka ikutilah contoh hidup yang sudah ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis, yaitu selalu rendah hati dan fokus pada maksud dan tujuan keberadaan kita di dunia ini. Fokuslah selalu pada Dia, yaitu Tuhan sendiri, yang sudah merencanakan mengapa kita ada di dunia ini. Ikutilah kehendak-Nya, tetapi bukan mengikuti kehendak kita sendiri. Mengikuti kehendak Tuhan berarti kita berjalan sesuai dengan rencana-Nya, tetapi kalau kita selalu mengutamakan kehendak diri kita sendiri, itu berarti keberadaan kita di dunia ini sudah tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita sudah menjadi tuhan untuk diri kita sendiri.
Marilah saudara-saudari… Fokuslah selalu pada kehendak Tuhan. Dia menciptakan kita dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia, yaitu berguna bagi Tuhan dan sesama. Kita berdoa semoga Tuhan selalu membuka mata hati kita dan menggerakkan telinga hati kita untuk mendengar suara-Nya dan mengikuti kehendak-Nya.
Kita memohon St. Yohanes Pembaptis dan Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s