Tuhan Adalah Kasih

Siraman Rohani
Jumat 23 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil : Matius 11: 25 – 30

Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta Hati Yesus yang Mahakudus. Setiap kali saya merayakan pesta ini, saya selalu membayangkan Yesus Kristus yang mati di kayu salib demi manusia yang dicintainya. Pengungkapan kasih Yesus Kristus sesungguhnya bukan hanya lewat Salib, tetapi hampir seluruh hidupnya di dunia ini, secara khusus selama Ia menjalankan karya keselamatan-Nya. Ia mengubah air menjadi anggur. Ia merasa kasihan dengan tuan pesta. Selagi pesta berlangsung anggur sudah habis. Bisa dibayangkan perasaan tuan pesta. Tuan pesta pasti merasa sangat malu. Yesus hadir membawa sukacita di kala orang kehilangan sukacita. Yesus hadir membawa kasih dan sukacita kepada manusia. Yesus membawa sukacita dan rasa harga diri kepada mereka yang dibuang karena penyakit kusta. Mereka sudah dibuang dan tidak boleh lagi bergaul bebas dengan orang sehat. Rasa harga diri mereka sudah hilang. Mereka sudah kehilangan harapan. Kini Yesus hadir membangkitkan kembali rasa harga diri dan harapan mereka akan hidup. Yesus menyembuhkan mereka dan membawa mereka kembali kepada komunitas asal mereka. Yesus membangkitkan anak muda yang sudah mati. Ia adalah harapan ibunya. Kematiannya mendatangkan malapetaka besar bagi ibunya. Kini Yesus hadir membangkitkan anak muda itu. Dukacita seorang ibu dirubahnya menjadi sukacita. Perwujudan kasih Allah sungguh nyata dalam diri Yesus Kristus.

Saudara-saudari…. Yesus mengasihi kita bukan karena ada jasa baik kita. Lewat Yesus kita sungguh bisa melihat hakikat Allah sesungguhnya, bahwa Ia adalah kasih dan selalu mengambil inistiatip untuk tunjukkan kasih-Nya kepada manusia.
Sadar akan kebaikan Tuhan, maka pada hari ini kita harus bersyukur kepada Tuhan atas segala kebaikan dan cinta-Nya. Tuhan selalu tunjukkan cinta kasih-Nya kepada kita. Sebagai pengikut-Nya, kita pun harus belajar dari pada-Nya. Karena itu diharapkan agar apa yang kita pelajari, kita hayati dan amalkan dalam hidup harian kita.

Beberapa minggu lalu, teman kerja saya menyampaikan satu berita gembira kepada saya. Katanya: Fredy, seorang imam Diosesan datang mengunjungi kita. Dia adalah mantan murid kita, namanya Thomas. Sesudah makan malam dia berdiri dan memberikan satu dua kata peneguhan untuk para frater SVD. Dengan polos dia katakan: “Pastor Fredy dan Victor adalah mantan dosen saya. Pastor Fredy adalah mantan bapa rohani saya. Kamu harus bersyukur karena kamu punya pembina yang baik. Belajarlah dari pada mereka. Saya datang untuk menyampaikan terima kasih kepada mereka.” Mendengar apa yang dikatakan oleh teman saya, saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan. Saya percaya, bahwa Tuhanlah yang memungkinkan semua itu terjadi, bukan karena kehebatan saya.

Marilah saudara-saudari….panjatkanlah syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan. Tuhan adalah kasih. Sebagai murid-murid-Nya, kita pun tunjukkan kasih itu kepada sesama. Kita berdoa semoga Tuhan selalu bekerja dalam diri kita agar orang lain pun merasakan kasih Tuhan lewat kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s