Kasihilah Musuhmu!

Siraman Rohani
Selasa 20 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil: Mateus 5: 43-48
Saudara-saudari… Di saat saya menonton video clip tentang pembunuhan orang kristen di beberapa tempat di zaman kita sekarang ini, muncul rasa sedih dicampur rasa jengkel dan ingin membalas dendam kepada mereka yang membunuh mereka. Secara manusiawi perasaan ini boleh dikatakan sangat normal. Tetapi karena didorong oleh ajaran agama dan iman yang dimiliki, perasaan jengkel ini harus dirobah. Yesus sudah mengajar para pengikut-Nya untuk mendoakan orang yang membunuh sesama agar bertobat dan berbalik menjadi orang yang baik. Yesus bukan saja mengajak dan mengajar para pengikut-Nya untuk melakukannya, tetapi Dia sendiri sudah mengalaminya dan menjalankan-Nya. Dia dicambuk, disengsarakan dan dipaku pada kayu salib. Dari kayu salib Ia berdoa dan meminta Bapa-Nya untuk mengampuni orang yang menyengsarakan dan menyalibkan Dia. Dari Salib Dia berdoa: Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Saudara-saudari… Ajaran dan contoh hidup Yesus Kristus ini sungguh menginspirasi kehidupan para pengikut-Nya di mana saja mereka berada. Ajaran inilah yang membuat reaksi para pengikut Kristus sangat berbeda dalam menghadapi tantangan hidup. Mengimani Kristus berarti menyerahkan diri secara total dan percaya penuh bahwa apa yang diajarkan Kristus adalah benar. Ajaran: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu harus dihayati dan diamalkan. Ada orang yang berkata bahwa ajaran ini sungguh bertentangan dengan naluri kemanusian kita. Karena itu tidak mungkin bisa dihayati dan diamalkan. Kalau penerapan dari ajaran ini hanya mengandalkan kemampuan manusiawi semata, maka ocehan dari yang menolak ajaran ini bisa diterima, tetapi kalau ajaran ini diterima dengan penuh iman dan melibatkan Yesus Kristus, yang mengajarkan ajaran ini, maka semuanya akan selalu mungkin terjadi.
Saudara-saudari…. Di kala kita sedih dan menderita karena kebengisan orang lain, pandanganlah Salib Kristus. Kekuatan sinar salib Kristus yang terpancar masuk ke dalam diri kita akan merubah hati dan perasaan kita dari rasa jengkel dan keinginan untuk membalas dendam akan berobah menjadi tenang, damai dan mampu mengampuni. Yesus Kristus yang menderita itulah yang memberi kekuatan dan rasa damai kepada kita. Doa yang kita panjatkan kepada Kristus yang di salib akan diteruskan-Nya kepada Bapa. Jawaban dari Bapa adalah kekuatan dan kemampuan untuk memikul penderitaan dan dengan tulus mengampuni orang yang menganiaya kita. Video clip – pembunuhan orang Kristen – yang beredar di media sosial adalah bukti nyata betapa besarnya kuasa Tuhan, yang memampukan orang yang tidak bersalah itu menerima kematian demi Kristus ketimbang mengkianati imannya.
Bagaimana reaksi kita kalau peristiwa serupa terjadi atas kita? Bagaimana penghayatan dan pengamalan ajaran Kristus: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, dalam kehidupan kita?
Marilah saudara-saudari, kita berdoa semoga Tuhan selalu memberi kita kekuatan agar kita sanggup menghayati dan mengamalkan ajaran-Nya dengan baik dalam hidup harian kita.
Kita memohon bantuan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s