Cinta Kasih Menghasilkan Perdamaian Dan Pembaruan Hidup  

Siraman Rohani
Senin 19 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
Bacaan Injil:Matius 5:38-42
Saudara-saudari..… Bagaimanakah reaksi kita kalau kita ditantang, dipukul dan dianiaya oleh orang lain tanpa alasan yang mendasar?
Pernyataan Yesus Kristus lewat Injil hari ini sungguh sesuatu di luar reaksi kemanusiaan kita. Yesus berkata: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Apa yang dikatakan Yesus sungguh sesuatu yang sangat baru, tidak pernah terjadi sebelumnya. Dalam Peranjian Lama, dalam buku Keluaran 21:24 dikatakan: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi kini Yesus Kristus tampil memperkenalkan satu standard hukum baru atas dasar hukum cinta kasih dan hukum Rahmat. Menurut Yesus Kristus, hukum lama yang berbunyi mata ganti mata, gigi ganti gigi selalu menghasilkan mala petaka dan kesengsaraan berkepanjangan. Sebaliknya hukum baru atas dasar cinta kasih akan mendatangkan perdamaian dan pembaruan hidup.
Apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus ini sudah dihayati dan diamalkan oleh Santa Teresa dari Kalkuta India. Pada satu waktu Ibu Teresa dari Kalkuta keluar pergi meminta-minta untuk membantu orang sakit dan miskin. Ia mengetuk rumah seorang kaya yang dikenal sangat kikir dan garang. Muder Teresa sudah diingatkan agar tidak usah mendekati orang kaya itu. Tetapi Muder Teresa tetap berani mendekatinya. Ia mengetuk pintu rumah orang kaya ini. Si kaya keluar dan dengan suara galak bertanya pada Muder Teresa. Untuk apa kamu ke sini?  Muder Teresa menjawab: Tuan, tolong beri kami sedikit makanan dan minuman untuk saudara-saudari kita yang sakit dan miskin. Si kaya langsung menjawabnya dengan meludai kedua telapak tangannya yang dalam posisi meminta. Muder Teresa dengan senyum katakan. Tuan, luda ini untuk saya tetapi saya sangat membutuhkan makanan dan minuman untuk saudara-saudari kita yang sakit dan miskin. Mendengar perkataan dan reaksi Muder Teresa yang begitu lembut dan penuh rasa haru, si kaya langsung berubah sikap, ia merasa sangat terharu. Sejak saat itu sampai sekarang ia sudah menjadi donatur untuk Serikat Muder Teresa.
Saudara-saudari… Ada pepata yang berbunyi: Kalau musuhmu lapar, berilah dia makanan; kalau dia haus berilah dia minum; jangan berkata: saya akan berbuat demikian kepada seseorang kalau dia sudah berbuat setimpal terhadap anda; jangan berkata saya akan membalasnya karena dia sudah berbuat demikian kepada saya. Berbuatlah sesuatu atas dasar cinta, karena cinta akan selalu mendatangkan kebahagian dan rasa damai dalam hati. Itulah contoh hidup yang sudah dibuat oleh Yesus Kristus sendiri dan sudah banyak pengikut-Nya sudah menjalankan yang sama.
Bagaimana dengan kita? Apa reaksi kita kalau ada yang menampar pipi kanan kita? Pernahkah kita mendoakan orang yang menyakiti hati kita?
Marilah saudara-saudari…. Kita berdoa semoga Tuhan mendorong kita dan membuat kita selalu sensitip akan kebutuhan sesama sehingga kasih dan cinta kita bisa menghasilkan perdamaian dan pembaruan hidup dalam diri orang yang kita layani.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s