Amalkan Ajaran Tuhan Dengan Benar

Siraman Rohani
Kamis 15 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil: Matius 5: 20 – 26

Saudara-saudari…. Dalam kotbah di bukit Yesus berkata kepada para murid-Nya: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga. Dalam kotbahnya ini Yesus ngomong tentang pengamalan agama secara benar. Rupanya Yesus sudah mengamati pengamalan agama dari orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.
Pertanyaan kita: Bagaimana mereka mengamalkan ajaran agamanya? Apakah ada kesalahan dalam pengamalan agama mereka?

Saudara-saudari… Betapa sering orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersoal jawab dengan Yesus Kristus. Betapa Sering Yesus mengeritik orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Dalam Matius 23: 1-36 misalnya, Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang – orang Farisi karena mereka tidak menghayati dan mengamalkan apa yang mereka ajarkan. Yesus berkata kepada para murid-Nya: Janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembayang yang lebar dan jumbai yang panjang dst.
Dari perkataan Yesus ini bisa diketahui bahwa apa yang dibuat oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini adalah tidak benar. Seharusnya pengajaran dan pengamalan sejalan. Tetapi menurut pengamatan Yesus Kristus apa yang mereka ajarkan tidak sejalan dengan apa ynag mereka hayati dan amalkan. Dengan demikian muncullah kepincangan, ketidak benaran dalam pengamalan. Karena itu Yesus Kristus menantang para pengikut-Nya supaya dalam kehidupan harian, mereka harus mengamalkan ajaran agama secara benar, karena kebenaran sesungguhnya adalah kesesuaian antara apa yang ada dalam pikiran, pengajaran dan dengan apa yang ada dalam realita. Kalau yang dibicarakan sesuai dengan realita maka hal itu bisa dikatakan benar. Tetapi kalau yang dibicarakan tidak sesuai dengan yang ada di realita maka itu yang dikatakan penipuan.

Marilah saudara-saudari…. Kita berlomba-lomba menghayati dan mengamalkan ajaran Kristus dengan benar.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menuntun langka kaki dan pikiran kita agar kita selalu berjalan pada jalan yang benar dan selalu berkata benar serta mengamalkannya secara benar juga.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s