Jadilah Garam Dan Terang Bagi Sesama

Siraman Rohani
Selasa 13 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD

Bacaan Injil: Matius 5: 13 – 16

Saudara-saudari… Injil hari ini mengingatkan saya akan seorang Pastor tua, yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kami pernah tinggal di tempat yang sama. Sering kali saya bercakap-cakap dengan dia, dan amati gerak geriknya, malah sering saya pergi ke kebun kesayangannya mengamati bagaimana dia bekerja. Waktu itu umurnya 77 tahun. Dia masih sangat semangat melayani umat dan kerja di kebun. Sesungguhnya waktu itu dia sudah pensiun, sudah tidak diberi satu paroki khusus oleh uskup untuk ditanganinya tetapi selalu siap membantu kalau dibutuhkan. Di waktu senggang dia bekerja di kebun. Di kebun dia tanam nenas, pisang, dan papaya. Selagi asiknya bekerja, saya mendekati dia dan mengajaknya untuk ngobrol sebentar. Dengan senyum dia melayani saya. Saya bertanya kepada-nya: “Pater, apa saja yang membuat pater selalu bersemangat?” Katanya: “Motto saya sudah menjadi inspirasi hidup saya.” Saya bertanya kepadanya. “Apa saja motto Pater?” Katanya: “Motto saya adalah Ora et labora. Apa artinya: berdoa dan Bekerja. Lewat doa saya merasakan kedekatan dengan Tuhan; saya merasa Tuhan begitu hidup dalam diriku. Lewat kerja saya menyatu dengan karya Tuhan; lewat tumbuh-tumbuhan seperti Nenas, pisang, papaya dan tumbuhan yang lain, saya melihat arti hidup. Tuhan hadir dalam tumbuh-tumbuhan itu. Lewat tumbuh-tumbuhan itu saya merasakan kehadiran dan kedekatan Tuhan.”

Karena contoh hidup dari Pastor tua ini, banyak umat mengenalnya dengan sangat dekat. Sewaktu beliau meninggal tahun 2015, begitu banyak orang datang ungkapkan perasaan sedih dan terima kasih mereka kepadanya. Umat dan uskup – mantan binaannya, dari keuskupan di mana ia bekerja sangat lama meminta pada pemimpin Serikat agar jenasahnya dikuburkan di kesukupan mereka. Pemimpin Serikat menyetujuinya. Sampai sekarang banyak orang datang mengunjungi kuburnya. Pastor ini sudah menjadi garam dan terang bagi banyak orang. Saya sendiri selalu merasa kagum dengan cara hidupnya yang sangat sederhana dan senyumnya yang selalu mengundang orang untuk dekat padanya.

Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita juga sudah menjadi Garam dan Terang bagi sesama kita?

Hari ini Yesus mengingatkan kita kembali sekaligus menantang kita. Katanya: Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia. Yesus mengharapkan agar hidup kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berbuat baik dan menggerakkan hati dan pikiran mereka untuk dekat pada Tuhan. Kalau orang memuji kita itu berarti hidup kita sudah menjadi inspirasi yang sangat positip bagi hidup mereka.

Kita berdoa semoga nilai-nilai Injil yang sudah diajarkan Kristus selalu menjadi inspirasi hidup kita dan kita hayati dan amalkannya dalam hidup harian kita.
Marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi garam dan terang bagi sesama kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita agar kita selalu sanggup menjadi garam dan Terang bagi sesama kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s