Yang Dipuji Tuhan Beda Dengan Yang Dipuji Dunia

Siraman Rohani
Senin 12 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
BAcaan Injil : Matius 5: 1 – 12
Saudara-saudari…. Kami di Papua New Guinea lagi sibuk dengan kampanye memilih anggota DPR. Di antara begitu banyak calon ada beberapa pastor. Di satu keuskupan ada tiga pastor yang calonkan dirinya untuk jadi anggota DPR. Yang selalu menjadi pertanyaan saya kalau menyaksikan para calon dari kalangan biarawan: “Apakah yang anda cari? Belum bahagiakah anda melayani umat sesuai dengan profesi anda? Sadarkah anda bahwa sekali anda mencalonkan diri untuk menjadi DPR, pada saat yang sama anda sudah membawa perpecahan dan permusuhan dalam tubuh gereja lokal karena dalam gereja lokal sesungguhnya sudah banyak calon dari kalangan awam yang sama-sama mau merebut kursi DPR?”
Hari ini Yesus mewartakan sabda bahagia yang menurut pandangan duniawi sangat bertentangan, tetapi menurut Yesus cara hidup seperti itu patut dipuji. Yesus berkata: berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah; berbahagialah orang yang berdukacita; berbahagialah orang yang lemah lembut; berbahagialah orang yang lapar dan haus; berbahagialah orang yang murah hati; berbahagialah orang yang suci hatinya; berbahagialah orang yang membawa damai; berbahagialah orang yang dianiaya; berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya.
Mengapa keadaan seperti dipuji, sementara menurut pandangan duniawi keadaan seperti ini justru harus dijauhkan atau diperbaiki.
Kalau direnungkan secara mendalam, mungkin kita akan menemukan pesan di balik pernyataan Yesus ini. Contohnya, sabda bahagia yang pertama Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan Allah.” Miskin di hadapan Allah di sini maksudnya orang yang merasa tidak punya apa-apa dan dia tidak punya alasan untuk membesarkan diri. Dia merasa bahwa hidupnya sungguh bergantung pada belas kasihan Tuhan. Menurutnya, kalau Tuhan tidak memberi apa-apa padanya itu berarti dia akan mati. Jadi Yesus mengharapkan agar para pengikutnya selalu punya sikap hidup seperti itu, selalu merasa bergatung pada Allah dan biarkan Allah sendiri yang menjadi Tuan atas dirinya. Kalau kita selalu memiliki sikap seperti ini, maka kita akan memiliki kerajaan Allah. Sebaliknya kalau kita selalu merasa memiliki semuanya, maka ada kecendrungan manusiawi kita untuk mengabaikan Tuhan dan mengandalkan semuanya pada dirinya sendiri karena dia merasa bahwa ia memiliki segalanya, sudah kaya di hadapan Allah. Dia berdiri sendiri tanpa mengharapkan bantuan Tuhan lagi. Memupuk sikap kaya di hadapan Allah berarti pada akhirnya kita tidak memiliki kerajaan Allah. Dengan ini kita bisa melihat perbedaan pandangan antara Tuhan dan dunia. Apa yang dipuji oleh Dunia, tidak dipuji oleh Allah. Demikian sebaliknya, apa yang dipuji oleh Allah tidak dipuji oleh dunia.
Saudara-saudari… apa sesungguhnya yang kita cari dan kehendaki? Pujian sesaat atau pujian selama-lamanya? Kebahagiaan sesaat atau kebahagiaan untuk selama-lamanya? Kalau kita menginginkan dan menghendaki kebahagiaan selamanya maka ikutilah Sabda Bahagia yang diwartakan Kristus hari ini yaitu selalu rendah hati, sabar dalam penderitaan, lemah lembut terhadap sesama, promosikan kebenaran dan kejujuran, murah hati kepada sesama, dan hidup saleh. Saya yakin kita bisa menjalankan semuanya ini kalau kita selalu pasrahkan diri kita kepada Tuhan dan biarkan Roh Kudus yang menjadi tuan atas hidup kita.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita dan memberi kita kekuatan untuk berlangkah maju mengikuti kehendak dan perintah-Nya.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s