Jadilah Saksi Allah Tritunggal Di Tengah Dunia

Siraman Rohani
Minggu 11 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
Bacaan Injil: Yohanes 3: 16 – 18

Saudara-saudari… Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Injil hari ini kembali ingatkan kita bahwa Tuhan sangat mencintai manusia. Dia menciptakan dunia dengan segala isinya dan mempercayakan manusia untuk menjaga, memelihara dan menggunakannya demi pemenuhan kebutuhannya. Walapun manusia jatuh dalam dosa tetapi Tuhan tetap mencintainya. Bukti cintanya adalah mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan manusia dari kungkungan setan. Sewaktu Yesus Kristus menyelesaikan tugasnya, lewat kematiannya dan membawa kemenangan lewat kebangkitan-Nya, Tuhan tetap menaruh belaskasihan kepada manusia. Walapun Yesus sudah mengalahkan Setan, tetap Yesus tetap sadar akan kelemahan manusia. Karena itu sebelum kembali kepada Bapa, Ia menjanjikan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan meminta kepada Bapa untuk mengutus Roh Kudus untuk mendampingi manusia dalam perjalannya menuju rumah Bapa. Roh Kuduslah yang memberi kekuatan kepada para pengikut Kristus. Roh Kuduslah yang membantu orang yang percaya kepada Kristus untuk mengingat kembali apa yang sudah diajarkan Kristus kepada mereka. Roh Kuduslah yang akan menuntun manusia untuk berkata benar. Roh Kuduslah yang akan menguatkan dan memberanikan orang yang percaya untuk memberi kesaksian dan kesaksian mereka adalah benar. Kehadiran Roh Kudus dalam diri kita akan sangat membantu kehidupan kita untuk lebih mudah terarah kepada Bapa yang mahakasih, dan membuat hati dan pikiran kita untuk lebih mudah menghayati dan mengamalkan ajaran Kristus.

Saudara-saudari… Sejak kita dibaptis kita telah percaya dan dipersatukan dengan Allah Tritunggal. Setiap hari kita berdoa dengan membuat tanda salib, kita berdoa dalam nama Allah Tritunggal. Dan ketika mati kita pun akan ditandai dengan tanda salib, dalam nama Allah Tritunggal.
Pertanyaan untuk kita: Di saat kita membuat tanda salib di dahi kita sewaktu berdoa, sadarkah kita akan arti tanda salib yang kita buat?
Sewaktu kita memulai berdoa dengan menyebut nama Allah Tritunggal, sadarkah kita akan makna dari kata-kata yang kita ucapkan itu?
Di saat kita mengikuti penguburan seorang kristen, imam/pendeta memberi tanda salib ke atas tubuh orang yang meninggal, tahukah kita arti dari membubuhi tanda salib pada tubuh orang yang meninggal itu?

Sauadara-saudariku…. kita sangat bersyukur kepada Tuhan karena Dia sangat mencintai kita. Allah Bapa sudah menciptakan kita dan selalu menyiapkan apa yang kita butuhkan. Yesus Kristus sudah menyelamatkan jiwa kita dari kungkungan setan. Roh Kudus selalu menyertai kita dalam perjalanan menuju Rumah Bapa. Semoga cinta Tuhan atas kita tidak menghilang begitu saja, tetapi diteruskan kepada orang lain yang berada di sekitar kita. Pengalaman akan kasih Allah sudah seharusnya diperlipatgandakan, bukanya dipenjarakan dalam diri kita. Karena itu marilah kita berloba-lomba menjadi saksi Allah Tritunggal kepada dunia di mana saja kita berada.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita agar kita pun sanggup menjadi saksi Allah Tritunggal kepada sesama.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s