Apakah Kita Termasuk Penggarap-Penggarap Kebun Anggur Yang Setia?

Siraman Rohani
Senin 05 Juni 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
Bacaan Injil: Markus 12:1-12
Sdr/i… hari ini Yesus menceriterakan kepada kita satu perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur yang tidak setia. Beberapa hal yang perlu kita refleksikan dari perumpamaan ini: 1) Tuan kebun anggur, yaitu Allah sendiri, sangat murah hati dan menaruh kepercayaan kepada penggarap kebun anggur, yaitu manusia yang dipercayakan Tuhan untuk menjaga, membimbing dan mengajar sesama jemaat agar benih Sabda Allah yang sudah ditanam oleh Allah bisa bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah berlimpah. 2) Tuan Kebun yaitu Allah sudah menyiapkan pagar keliling agar benih anggur yang sudah ditanam bertumbuh dengan baik dan tidak diganggu oleh binatang liar. Tuhan sudah mencurahkan Roh Kudus kepada orang yang percaya kepada Tuhan sebagai pelindung agar dia merasa aman dan selalu dilindungi dikala dia diganggu oleh binatang liar yaitu setan. 3)Perumpaan ini juga melukiskan kesabaran Tuhan akan reaksi dari para penggarap. Tuhan selalu menaruh kepercayaan dan harapan bahwa para penggarap akan membagikan hasil panennya kepada tuan kebun yaitu Allah sendiri. Ia sangat sabar dan tidak putus asa walaupun beberapa hambanya menderita karena disiksa dan malah ada yang dibunuh oleh penggarap-penggarap kebun anggur. Kini untuk terakhir kalinya Tuan kebun anggur yaitu Tuhan sendiri mengirim Putranya sendiri yaitu Yesus Kristus dengan harapan bahwa anaknya akan diperlakukan secara baik, tetapi kenyataannya, justru terbalik. Yesus Kristus diperlakukan secara kasar. Ia disiksa, disalibkan dan mati di kayu salib.
Singkatnya perbuatan baik Tuhan dibalas dengan perbuatan jahat oleh para penggarap yang rakus. Murah hati dan kepercayaan Tuhan dibalas dengan perasaan ingat diri dan tidak peduli. Damai Tuhan dibalas dengan kebengisan hati tanpa rasa syukur. Kesabaran Tuhan dibalas dengan kebrutalan dan keganasan untuk menguasai segalanya. Keadilan dan pengampunan Tuhan dibalas dengan perbuatan semena-mena dan tidak mengenal belas-kasihan.
Para penggarap kehilangan kesadaran akan apa yang akan terjadi ke atas mereka di masa akan datang. Mereka lupa bahwa ada saat akhir di mana pengadilan akan terjadi. Pemilik kebun yaitu Allah sendiri akan datang menemukan para penggarap dan pengadilan terakhir pun akan terjadi pada saat itu. keburukan hati para penggarap akan diganjari dengan keburukan hidup untuk selama-lamanya.
Bagaimana tanggapan kita akan Injil hari ini?
– Sebagai orang tua dalam keluarga/guru/perawat/pegawai/biarawan/i dll, bagaimana sikap dan tanggungjawab kita akan benih Sabda Tuhan yang sudah ada dalam diri anak-anak atau saudara-saudari di tempat kita bekerja?  Apakah kita selalu menciptakan iklim yang baik agar benih Sabda Tuhan bertumbuh dengan baik?
– Bagaimana dengan keamanan dalam kebun anggur/ keluarga, lingkungan kita? Apakah tingkahlaku kita turut menjamin rasa nyaman dalam diri sesama sehinggah orang pun merasa bebas dan alami rasa damai untuk ekspresikan diri dan pikiran agar bisa berkembang mejadi manusia yang seimbang?
– Bagaimana dengan kesabaran dan sikap belaskasihan kita? Apakah kita selalu sabar, suka mengampuni atau kadang kita cepat marah, dan tidak mau berdamai dengan sesama?
– Apakah kita selalu promosikan sikap adil dan cintakasih?
Marilah saudara-saudari… Kita berdoa, semoga Tuhan selalu menggerakkan hati dan pikiran kita untuk menghayati dan mengamalkan tanggungjwab kita sebagai pewarta dan penjaga benih Sabda Tuhan dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung-jawab kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s