Roh Kudus adalah Penghibur dan Kekuatan kita!

Siraman Rohani
Senin 22 Mei 2017
Rm Fredy Jehadin SVD
Yohanes 15:26-16:4a

Saudara-saudari… Menjelang perpisahan dengan para muridNya, Yesus memusatkan perhatiannya kepada mereka yang akan melanjutkan karya misi-Nya di dunia ini. Yesus tahu bahwa tugas yang akan dikerjakan oleh para murid-Nya tidaklah gampang. Mereka akan ditantang oleh orang yang membenci Yesus Kristus dan yang melawan Terang. Para murid akan mengalami siksaan dan pengasingan. Yesus sadar akan situasi sulit itu. Dia juga sudah membayangkan perasaan yang akan dialami oleh para murid-Nya. Supaya misiNya bisa diteruskan oleh para pengikut-Nya, Dia harus buat sesuatu. Kini Dia menjanjikan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan meminta kepada Bapa supaya mengutus Roh Penghibur turun ke atas mereka agar mereka tetap alami kekuatan dan hiburan sehingga mereka tetap sanggup dan berani mewartakan kebenaran walaupun mereka ditantang. Roh Kudus itulah yang akan berkata-kata tentang kebenaran lewat mulut para muird-Nya. Selain Roh Kudus berkata-kata tentang kebenaran lewat mulut mereka, para murid juga akan menceriterakan pengalaman pribadi mereka akan Yesus Kristus yang pernah hidup bersama mereka baik sebelum kematian-Nya maupun sesudah kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.

Yesus menyebut Roh kudus sebagai Penghibur karena Dialah yang akan meneguhkan, mendorong dan membantu para murid-Nya dalam ketakberdayaan mereka.
Dalam kelemahan kita Roh Kudus sendiri akan mendoakan kita kepada Bapa. Kadang dalam ketakberdayaan kita, Roh Kuduslah yang berkata-kata lewat mulut kita. Kita ingat para martir antara lain Santu Stefanus yang dipenuhi Roh Kudus, menatap ke langit, melihat kemuliaan Allah dan Yesus Kristus, dengan suara nyaring Stefanus berkata: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Para penganiaya menyerbunya, melempari dia dgn batu. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah roh-ku.” Sambil berlutut dia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Stefanus membalas kejahatan mereka dengan kebaikan, memohon pada Tuhan untuk mengampuni dosa mereka. Itulah buah Roh Kudus yang hidup dalam diri Stefanus. Roh Kudus memberinya kekuatan dan hiburan. Penderitaan sesaat yang dialami Stefanus diganjari Tuhan dengan kebahagian untuk selamanya.

Saudara-saudari… Di saat kita memberi kesaksian tentang Kristus, pernahkah kita alami Roh Kudus sungguh bekerja di dalam diri kita? Kapan dan di mana kita alami peristiwa itu? Di saat kita dicaci-maki oleh sesama kita karena perbedaan pendapat, bagaimana reaksi kita? Apakah kita juga membalas caci maki mereka dengan kata-kata kotor atau kita memaafkan mereka? Di saat kita alami sakit yang sungguh luar biasa, ke manakah arah pandangan mata kita? Apakah mata kita menuju salib kristus atau kita tutup mata berteriak dan menangis, menjerit meminta pertolongan pada sesama?

Marilah saudara-saudari… Roh Kudus sudah ada di dalam diri kita. Dia adalah Penghibur dan Penolong kita. Berkomunikasilah selalu dengan Dia dalam situasi apa pun terlebih di saat kita alami kesulitan. Roh Kudus pasti akan menuntun dan menguatkan kita sehingga kita tidak akan merasa sendirian.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita dan hati kita pun selalu terbuka untuk mendengar bisikan Roh Kudus agar kita selalu berjalan pada jalan yang benar.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s