Jalankanlah Perintah Tuhan atas dasar cinta!

Sabda Hidup, Minggu 21 Mei 2017

HARI MINGGU PASKAH VI, warna liturgi Putih

Bacaan: Kis. 8:5-8,14-17; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; 1Ptr. 3:15-18; BcO 1Yoh 1:1-10


Bacaan Injil: Yoh. 14:15-21

15 Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

17 Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

19 Tinggallah sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”


Siraman Rohani
Rm Fredy Jehadin SVD

Saudara-saudari… Seorang anak Nona berumur 5 tahun sangat senang membantu ibunya. Dengan segala kemampuannya ia bersemangat membantu ibunya, mencuci piring, menyapu rumah. Satu waktu ibu memeluk dia dan bertanya, “Anakku yang manis, mengapa engkau memaksa diri membantu ibu?” Dengan muka senyum dia menjawab: ”Ibu, saya tidak memaksa diri, tetapi saya berusaha sejauh kemampuanku untuk membantu ibu karena saya sangat mencintai ibu. Saya selalu merindukan agar ibu selalu sehat, tidak sakit karena terlalu banyak pekerjaan yang ibu kerjakan setiap hari. Biar sedikit yang kukerjakan, kukerjakan dengan penuh sukacita karena saya mencintai ibu.” Ibunya tidak bisa berkomentar lebih lanjut, hanya air matanya yang keluar sebagai ungkapan rasa haru. Dia memeluk dan menciumi anak Nonanya.
Saudara-saudari… Yesus menjalankan perintah BapaNya untuk menyelamatkan manusia dengan penuh cinta. Ketaatan Yesus kepada BapaNya sungguh atas dasar cinta yang sangat dalam. Itu semua nampak dari tingkahlaku dan perbuatan Yesus setiap hari. Sebelum dan sesudah menjalankan tugas harian-Nya, Ia selalu berkomunikasi dengan Bapa-Nya. Ia selalu menyapa Aba, Bapa, dan menyapa dirinya sendirinya sendiri, Anak. Ia tidak pernah menyapa Dia yang mengutus-Nya ke dunia ini dengan sapaan Bos atau Tuan. Jadi ada relasi Bapa dan Anak. Bapa berarti orang yang selalu mendampingi anaknya dengan penuh cinta dan selalu menolong anaknya dalam situasi apapun. Bapa yang selalu siap menjawab anaknya di saat anaknya bertanya memohon penjelasan; bapa yang selalu siap memberi di saat anaknya meminta sesuatu yang dibutuhkannya. Relasi bapa dan anak atas dasar cinta murni. Kalau cinta sudah menjadi dasar relasi, maka semua pekerjaan yang ditugaskan kepada anak akan dijalankannya dengan penuh sukacita.
Itulah yang selalu diharapkan oleh Yesus Kristus dari para muridnya. Lewat Injil hari ini Yesus katakan kepada muridNya: “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Saudara-saudari… Anak berumur lima tahun dalam ceritera tadi sungguh mencintai Ibunya. Karena cinta, ia berusaha semampun-nya membantu ibunya. Dikala kita menjalankan pekerjaan atas dasar cinta, maka pekerjaan itu akan terasa ringan. Orang yang mengerjakan pekerjaan atas dasar cinta, ia tidak akan ngomel dan mengelu, karena dia sudah menyerahkan dirinya dan merasa bertanggungjawab atas pekerjaannya itu. Sebaliknya kalau kita melakukan pekerjaan karena dipaksakan atau karena merasa itu kewajiban kita, maka pekerjaan itu akan sangat terasa berat.
Bagaimana dengan kita? Di saat kita menjalankan tugas Gereja, apa perasaan yang sangat dominant di saat itu, apa kita merasa senang mengerjakannya atau merasa berat, karena merasa dipaksa? Bagaimana perasaan kita di saat kita berjalan menuju tempat kerja kita, apakah kita selalu merasa senang dan dengan penuh sukacita berjalan menuju tempat kerja, karena kita merasa bahagia dengan tugas kita? Di saat kita dipercayakan oleh Gereja untuk menjalankan tugas khusus, bagaimana reaksi kita?
Marilah saudara-saudari… Sebagai anak-anak Allah, kita serahkan diri kita secara tulus kepada Tuhan. Jalankanlah perintah Tuhan dengan penuh suka-cita atas dasar cita.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan dan membimbing kita dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab kita sebagai anak – anak Allah.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s