Percayalah Kepada Allah Dan Percayalah Kepada-Ku

Siraman Hidup

Jumat, 12 Mei 2017 ||Nereus dan Akhilleus, Pankrasus, william tirri, Leopoldus Mandic, Margareth Bloching, Fransiskus dari siena|| warna liturgi Putih


Bacaan:

Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6,,88-8,10-11 BcO Why 17:1-18


Bacaan injil: Yoh. 14:1-6

Yoh 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Yoh 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Yoh 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Yoh 14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Renungan:

Rm Fredy Jehadin SVD

Saudara – saudariku. .. Setiap kali ada acara perpisahan selalu ada perasaan sedih dan gelisah.  Sedih karena ada yang pergi dan ada yang ditinggalkan. Kita tidak tahu apakah kita masih bisa bertemu kembali?

Dalam Injil hari ini para murid merasa gelisah karena sebentar lagi Yesus Kristus akan pergi untuk selamanya.  Mereka gelisah apa yang akan terjadi ke atas diri mereka sendiri dan juga ke atas diri Yesus Kristus. Menaggapi perasaan para murid-Nya Yesus Kristus berkata kepada mereka : “Janganlah gelisah hatimu, Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Yesus tahu bahwa kegelisahan akan mendatangkan penderitaan dan malapetaka bagi mereka.  Kegelisahan sangat tidak produktip tetapi destruktip. Karena itu Dia menasihati mereka untuk selalu percaya kepada Allah dan juga kepada-Nya.

Percaya artinya menyerahkan diri seutuhnya kepada seseorang dan yakin sungguh bahwa pribadi yg dipercayakan sanggup membantu.

Percaya kepada Allah berarti yakin sungguh bahwa Dia bisa membantu, bisa memenuhi apa yg dibutuhkan, bisa menjaga dan melindungi.  Yakin sungguh bahwa Dia adalah sumber segalanya.

Percaya kepada Kristus berarti yakin sungguh bahwa Dia adalah saudara kita yg selalu mencintai kita, merasakan apa yang kita rasakan serta selalu siap membantu kita.

Yesus juga menjelaskan kepada murid-murid-Nya maksud kepergian-Nya, bahwa Dia pergi menyiapkan tempat bagi kita.  Sesudah menyiapkan tempat bagi kita, Dia akan datang kembali memanggil kita. Dia mau agar di mana Dia berada kita pun ada bersama-Nya.

Itu berarti bahwa hidup kita di dunia ini hanya bersifat sementara.  Tempat tinggal kita untuk selamanya adalah hidup bersama Tuhan. Kapan hal itu akan terjadi?  Kita tidak tahu.  Tugas kita adalah siap sedih menantikan kedatanganNya.  Dalam persiapan menantikan kedatanganNya kita harus selalu percaya kepada Tuhan dan Yesus Kristus.  Kita harus menjalankan tugas yang sudah dipercayakan Kristus kepada kita.

Marilah saudara-saudari. .. perkuatkanlah iman kepercayaan kita kepada Allah dan Yesus Kristus.

Kita berdoa semoga di saat Kristus datang kita ditemukan selalu siap sehingga Kristus dengan gembira menghantar kita ke tempat yang sudah disiapkannya bagi kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita.  Amen

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s