Roh Kudus Membutuhkan Keterbukaan Dan Kesetiaan Kita!

Sabda Hidup

Rabu, 10 Mei 2017 || Antonius dr Florence, Damianus de Veuster ||warna liturgi Putih


Bacaan:

Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,7,8; BcO Why 14:14-15:4


Bacaan Injil: Yoh. 12:44-50

Yoh 12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;

Yoh 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Yoh 12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Yoh 12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Yoh 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Yoh 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Yoh 12: 50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”


Siraman Rohani:

-Rm Fredy Jehadin SVD-

Saudara-saudari…. Bacaan pertama hari ini diambil dari kisah Para Rasul 12:24 -25+ 13:1 – 5a, isinya tentang bagaimana Paulus dan Barnabas dipenuhi Roh Kudus sesudah beribadat bersama jemaat di Antiokia. Berkat kekuatan Roh Kudus mereka pergi ke mana-mana mewartakan Sabda Tuhan. Mereka yakinkan para pendengar, bahwa barangsiapa percaya kepada Kristus, ia bukan saja percaya kepada Kristus, tetapi kepada Allah Bapa yang mengutus Dia. Paulus dan Barnabas yakinkan banyak orang bahwa Yesus Kristus yang disalibkan oleh pemuka-pemuka Agama Yahudi, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah Anak Allah. Dia sudah bangkit dari antara orang mati, menampakkan diri-Nya kepada para Rasul, dan disaksikan oleh para Rasul, Ia naik ke surga.

Apa yang diwartakan Paulus dan Barnabas adalah kelanjutan dari apa yang diwartakan oleh Yesus Kristus sendiri. Roh Kudus sendirilah yang berkata-kata lewat mulut mereka.

Lewat Injil hari ini kita mendengar Yesus Kristus berkata: “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.”

Paulus dan Barnabas begitu berani berkata-kata tanpa takut. Mereka sadar bahwa bukan karena kehebatan mereka maka mereka berani berkata – kata tanpa takut, tetapi karena Roh Kudus sendiri bekerja dalam diri mereka.

Apakah saudara-saudari sudah alami bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri anda? Ada seorang ibu Katolik, yang sudah berumur, tidak pernah duduk di bangku sekolah, tetapi karena rajin pergi misa dan ikut kelompok karismatik, dia merasa bahwa Roh Kudus selalu mendorong dia untuk berkata-kata. Dan perkataannya selalu benar. Pada satu sore dengan berani dia menghadapi seorang pengkotbah di pasar. Dia menegur pengkotbah itu karena pengkotbah mencaci maki Bapa Suci dan menilai Bapa Suci pemimpin setan. Ibu katakan kepadanya: “Kalau engkau adalah pengkotbah yang benar, kotbahlah apa yang diajarkan Kristus tetapi jangan mencaci pemimpin Gereja Katolik. Saya Katolik dan kami sangat menghormati pemimpin kami. Pemimpin kami adalah wakil Kristus di dunia ini. Karena itu tolong jangan mencaci maki Paus kami. Nanti kata-katamu akan merusakkan anda. Kotbahlah yang benar agar kami yang mendengar bisa bertobat, tetapi bukannya memancing orang untuk marah dan berbuat dosa lagi.” Itulah pekerjaan Roh Kudus, mendorong orang untuk berkata yang benar dan menggerakkan orang untuk bertobat.

Roh Kudus tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tinggi. Roh Kudus membutuhkan keterbukaan dan kesetiaan kita.

Marilah saudara-saudara… Terbukalah selalu kepada Roh Kudus, biarkanlah Roh Kudus memanfaatkan diri kita agar Sabda Allah bisa diteruskan kepada sesama kita.

Kita berdoa semoga Roh Kudus selalu menggerakkan hati dan pikiran kita untuk berkata benar dan dengan berani mengarahkan sesama yang punya kecendrungan membawa perpecahan dalam masyarakat kepada jalan yang benar, yaitu perdamaian dan cinta kasih.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s