Menyadari Perbedaan Bahasa

Sabda Hidup
Kamis, 6 April 2017 | Hari biasa Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan
Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59. BcO Ibr 12:1-13

Bacaan Injil: Yoh 8:51-59.


Yoh 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Yoh 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Yoh 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
Yoh 8:54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
Yoh 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Yoh 8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
Yoh 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
Yoh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Yoh 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Renungan
BAHASA dan latar belakang percakapan yang berbeda seringkali menimbulkan perselisihan. Sering kita temukan anak dengan orang tua atau cucu dengan nenek bercekcok karena bahasa dan latar belakang bahasa mereka yang berbeda. Mereka bisa bertengkar ramai sekali. Namun kala menyadari perbedaannya mereka akan akur lagi.

Bahasa dan latar belakang bahasa yang dipakai Yesus berbeda dengan milik orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi pun tidak mampu menangkap omongan Yesus. Mereka pun malah mengumpat Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya” (Yoh 8:52).

Memang sering tidak mudah menyadari perbedaan bahasa. Maka sering pula perselisihan kata terjadi di dalam hidup kita. Kiranya kita perlu belajar mendeteksi perbedaan tersebut. Salah satu caranya adalah segera sadar kalau orang yang kita ajak bicara tidak memahami omongan kita. Di sana kita bisa menghentikan percakapan kita atau kemudian mengklarifikasinya.

Kontemplasi

Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 8:51-59. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi

Bagaimana bisa segera menyadari perbedaan bahasa agar terhindar dari perselisihan kata?

Doa

Tuhan semoga aku mampu memahami bahasa yang mungkin berbeda denganku. Semoga aku pun bisa berbahasa dengan baik. Amin.

Perutusan

Aku akan menjaga bahasaku dan segera mengenali perbedaan yang mungkin ada.

-nasp-

Penulis: RD. Noegroho Agoeng

Sumber: http://kelleylattaministries.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s