Kita Mempunyai Bapa yang Selalu Setia

Sabda Hidup
Selasa, 4 April 2017 | Hari biasa Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan:
Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30 BcO Ibr 11:20-31

Bacaan Injil:Yoh 8:21-30

Yoh 8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”
Yoh 8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”
Yoh 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Yoh 8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”
Yoh 8:25 Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
Yoh 8:26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”
Yoh 8:27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
Yoh 8:28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Yoh 8:29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Yoh 8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Renungan
Suatu kali kami shooting film anak-anak. Banyak anak menjadi bintang dalam film tersebut. Namun beberapa di antara mereka harus ada orang yang menunggui dari keluarganya. Kehadiran ibu, ayah atau neneknya menambah keyakinan sang anak. Mereka merasa ayem dan berani tampil lebih optimal.

Yesus meyakini kehadiran Bapa pada diri-Nya. Kehadiran Bapa meneguhkan keyakinan Yesus dalam berkarya. Ia tak gentar dengan segala sesuatu yang mungkin akan menghalangi bahkan menjegal-Nya. Ia tetap melangkah menghadirkan kehendak Bapa.

Ada banyak hal yang mungkin membuat kita malas melangkahkan kaki kita lagi. Kekecewaan, rasa dijahatin, rasa tidak mempunyai teman sering menjadi alasan kita untuk tidak melanjutkan langkah kita. Namun ingatlah bahwa kita mempunyai Bapa yang selalu setia dan tidak mengecewakan. Kepercayaan akan kehadiran-Nya akan menegapkan langkah kita mengarungi jalan yang mungkin mengecewakan. Kita tetap akan gembira karena Allah menyertai.

Kontemplasi
Bayangkan kesetiaan Allah yang menegakkan langkahmu yang tersendat oleh kekecewaan.

Refleksi
Bagaimana menyadari kasih penyertaan Allah kala kita lagi kecewa?

Doa
Tuhan banyak hal yang seringkali membuatku jatuh kecewa dan ingin meninggalkan apa yang telah kuperjuangkan. Bantulah aku untuk selalu mengingat kehadirab-Mu sehingga aku tidak mudah meninggalkan apa yang telah Kauanugerahkan. Amin.

Perutusan
Aku sadar penyertaan Tuhan untuk mengubah kekecewaan menjadi harapan dan semangat.

-nasp-

Penulis: RD. Noegroho Agoeng

Sumber: LDS.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s