Sadar bahwa Kita pun Orang Berdosa

Sabda Hidup
Senin, 3 April 2017  | Hari biasa Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan:
Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11. BcO Ibr 11:1-19

Bacaan Injil: yoh 8:1-11


Yoh 8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Yoh 8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Yoh 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
Yoh 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Yoh 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Yoh 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Renungan
Menghujat dan menghukum orang yan berdosa itu gampang. Kita gampang berteriak-teriak dan menghuhat mereka yang kita anggap berdosa. Rasanya segala cercaan dan cacian siap untuk dilontarkan. Tuduhan bersalah pun bisa mengumpulkan ribuan orang dan menghadirkan banyak spanduk yang mendiskreditkan.

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berdosa. Mereka berharap Yesus pun akan menghukum perempuan itu. Ternyata Yesus tidak terpancing oleh dorongan nafsu mereka. Ia meredakan nafsu mereka dengan mengatakan, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Mereka sadar kalau diri mereka berdosa maka mereka terdiam dan pergi.

Rasanya kita jangan gampang terpancing emosi untuk menghukum orang. Kita perlu sadar bahwa kita pun orang berdosa. Sebagaimana Tuhan kita kedepankan pengampunan daripada hukuman. Pengampunan akan membuat seseorang menjadi hidup.

Kontemplasi
Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 8: 1-11. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi
Apa yang kita lakukan kala menghadapi orang berdosa?

Doa
Tuhan semoga aku lebih mudah mengampuni daripada menghukum. Dengan mengampuni aku pun mengalami kehidupan. Amin.

Perutusan
Aku akan gampang mengampuni daripada menghukum.

-nasp-

Penulis: RD. Noegroho Agoeng

Sumber: ldscdn.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s