Mengakui Kebaikan Sesama, bahkan Lawan

Sabda Hidup
Kamis, 23 Maret 2017 | Hari biasa Pekan III Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan
Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7.8-9; Luk. 11:14-23. BcO Ibr 4:14-5:10

Bacaan Injil: Luk. 11:14-23

Luk 11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
Luk 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”
Luk 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
Luk 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
Luk 11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
Luk 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
Luk 11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Luk 11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
Luk 11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
Luk 11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

Renungan
Orang yang tidak suka akan cenderung mencari kesalahan mereka yang tidak disukai.  Sebaik apapun yang dilakukan pasti dicacat dan dikritik. Dia akan mengunggulkan miliknya walau belum terbukti kehebatannya. Pokoknya milik lawannya itu jelek dan berasal dari yang jahat dan miliknya adalah baik.

Yesus menyembuhkan orang dari kerasukan setan. Orang-orang pun kagum. Namun sebagian orang yang tidak suka menyebut itu karena kuasa Beelsebul, penghulu setan. Mereka mencap jahat perbuatan baik Yesus.

Menghargai kebaikan sesama kok rasanya makin hari makin membutuhkan rahmat ya, apalagi kalau itu kebaikan lawan. Padahal semestinya penghargaan itu gampang mengalir dalam hidup manusia. Marilah kita kembalikan hakekat tersebut. Kita gampang mengakui kebaikan sesama, bahkan lawan, sebagai kebaikan.

Kontemplasi
Pejamkan matamu. Bayangkan kebaikan dari orag yang tidak kausuka.

Refleksi
Bagaimana mengakui kebaikan sesama dan lawan kita?

Doa
Tuhan berkatilah sesama juga lawanku yang berbuat kebaikan. Semoga aku pun mengakui kebaikan sebagai kebaikan.

Perutusan
Aku akan menerima kebaikan sebagai kebaikan walau siapapun yang mengeluarkan dan mewujudkan.

-nasp-

Penulis: RD. Noegroho Agoeng

Sumber: Youtube
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s