Apa yang diberi Tuhan Cukup untuk Kita

Sabda Hidup
Sabtu, 18 Maret 2017 | Marta
warna liturgi Ungu

Bacaan
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32.

Bacaan Injil: Luk. 15:1-3,11-32.


Luk 15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
Luk 15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

Luk 15:11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Luk 15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Luk 15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Luk 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Luk 15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Luk 15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Luk 15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Luk 15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Luk 15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Luk 15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Luk 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Luk 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Luk 15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

 

Renungan
Tiga figur dari bacaan Injil hari ini menggambarkan seluruh hidup kaum beriman. Figur anak bungsu: banyak kali kita butuh pertobatan yang radikal dengan kembali kepada Bapa. Ada perasaan bahwa dosa itu tidak berguna, Tuhan Bapa yang berbelas kasih yang paling berguna bagi hidup kita. Kita perlu berlaku sebagai orang yang membutuhkan Tuhan. Figur anak sulung adalah figur orang tidak tahu bersyukur. Saking nyamannya menikmati kasih Bapa, merasa diri status quo maka tidak berterima kasih atas kebaikan ayahnya. Banyak di antara kita yang berperilaku seperti itu. Tidak tahu bersyukur dan hanya butuh Tuhan kalau ada kesulitan dalam hidup. Figur ayah yang baik hati adalah figur Tuhan yang patut diikuti semua orang, yang selalu bersedia untuk mengampuni dan menerima kembali anak yang sudah jatuh dalam dosa.

Si bungsu dan si sulung adalah simbol dari manusia yang memutuskan relasi kasih dengan sesamanya. Keduanya adalah orang-orang berdosa yang merindukan pertobatan. Namun, mereka mengalami kasih sayang Allah yang tak kenal batas waktu dan tak bersyarat. Ayah mereka adalah lambang Allah Bapa yang berlimpah belas kasih-Nya kepada semua anak-Nya. Di dalam Kitab Suci, diwartakan bahwa semua orang “dipanggil dan diundang untuk makan bersama”, agar mengalami kasih Allah melalui Yesus.

Undangan untuk “makan bersama” (mengalami kasih, memulihkan relasi, dan menghargai martabat) berlaku bagi kita semua. Kalau dulu, kita mendapatkan kekuatan, dorongan, pencerahan, dan bimbingan dari orangtua, para guru, para pembina kita, kini giliran kita memberikan “apa yang kita miliki dan kita alami” kepada generasi sekarang dan mendatang. Kita adalah utusan-utusan kasih Allah kepada sesama kita.

Para penggarap melihat kebun yang mereka garap bernilai lebih daripada bago hasil yang akan diterima. Mereka tergiur untuk menguasainya. Maka utusan bahkan putra pemilik kebun pun mereka singkirkan demi menguasai kebun tersebut.

Dalam hidup ini sering ada godaan untuk merasa tidak cukup, kurang. Hal itu mendorong nafsu kita untuk mendapatkan lebih dan lebih. Kita mesti berhati-hati dengan hal tersebut karena bisa menjebak diri kita. Kita mesti berani mengatakan cukup dan menahan diri masuk dalam perangkap nafsu rasa tidak cukup. Apa yang diberikan Tuhan cukup untuk memenuhi kebutuhan kita.

Doa
Tuhan jagailah aku supaya tidak dikuasai oleh nafsu yang tidak pernah puas. Amin.

Penulis: RP Adi OSC | Imam Ordo Salib Suci, kini melayani di Keuskupan Bandung

Sumber: Youtube.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s