Jangan Memaksakan Keinginan yang Tidak Sesuai

Sabda Hidup
Rabu, 15 Maret 2017  | Louisa De Marillac, Klemens Maria Hofbauerer
warna liturgi Ungu

Bacaan
Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat. 20:17-28. BcO Ul 29:2-6,10-29

Bacaan Injil: Mat. 20:17-28


Mat 20:17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
Mat 20:18 “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mat 20:19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Mat 20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Mat 20:21 Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Mat 20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
Mat 20:23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mat 20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
Mat 20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Mat 20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
Mat 20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Mat 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan

Seorang ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Setiap hari ada banyak ibu yang menunggui atau antar jemput anaknya yang bersekolah. Tidak sedikit pula dari mereka yang selalu mendekati para guru dan bertanya perkembangan anak mereka. Dan mungkin, maaf, ada yang sengaja memberikan hadiah supaya anaknya bisa mendapat nilai baik.

Ibu anak-anak Zebedeus juga menginginkan anak-anaknya mendapat posisi yang baik di masa “kekuasaan” Yesus. Ia pun menyatakan kesanggupan anak-anaknya menjalankan persyaratan yang diberikan Yesus. Namun penentu tahta tersebut ada di dalam kewenangan Bapa. Syaratnya adalah melayani.

Boleh-boleh saja kita mempunyai keinginan terhadap anak-anak kita.. Namun kita perlu pula mengingat apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diperlukan untuk mencapai hal tersebut. Kita tidak bisa memaksakan keinginan kita kalau memang tidak sesuai.

Kontemplasi
Bayangkan apa yang kauinginkan bagi anak-anakmu. Lihatlah apa itu sesuai dengan semuanya.

Refleksi
Bagaimana menyelaraskan keinginan dengan kebutuhan dan tuntutan?

Doa
Tuhan aku mohon rahmat-Mu supaya aku lebih mengenali kehendak-Mu dan tidak memaksakan keinginanku. Amin.

Perutusan
Aku akan mempertajam kemampuanku mengenali kehendak Tuhan.

-nasp-

Penulis: RD. Noegroho Agoeng

Sumber: fee.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s