Apakah “Tanda Salib” terdapat dalam Alkitab?

oleh: RP Ivo Manullang, OFMCap
 
Tanda Salib bukan hanya cara untuk memulai berdoa. Tanda Salib itu sendiri merupakan doa yang kuat untuk mencurahkan berkat yang luar biasa pada kehidupan kita.
 
Setiap kali kita membuat tanda salib – entah pada Misa atau dalam doa pribadi kita – kita memasuki tradisi sakral yang terjadi pada abad-abad awal kekristenan, ketika ritual ini dipahami menjadi sumber kekuatan ilahi dan perlindungan. Dalam membuat tanda ini, kita memohon kehadiran Allah dan mengundang Dia untuk memberkati, membantu dan menjaga kita dari segala bahaya. Tidaklah mengherankan bahwa umat Kristen awal cukup sering membuat tanda salib, ingin memanfaatkan kekuatan yang ada di dalamnya.
 
Teolog Tertullianus (AD 160-225), misalnya, menggambarkan praktek umum orang beriman yang menandai diri mereka dengan tanda salib sepanjang hari. “Dalam semua perjalanan dan gerakan kami, pada saat kami masuk dan keluar, saat mengenakan sepatu, saat mandi, saat makan, saat menyalakan lilin, saat berbaring, saat duduk, entah apapun pekerjaan kami, kami menandai dahi kami dengan tanda salib.”
 
Umat Kristen awal lainnya melihat tanda salib sebagai benteng bagi umat Allah yang setia, membantu jiwa melawan godaan, melindungi mereka dari segala kejahatan, dan bahkan membawa teror kepada setan. Santo Yohanes Chrysostomus (AD 347-407), misalnya, mengajak umat Allah untuk berbalik terus-menerus kepada kekuatan Kristus yang ditemukan dalam tanda salib: 
 
“Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa membuat tanda salib. Tanda Salib itu akan menjadi tongkat bagi kamu, senjata, benteng yang tak tertembus. Baik manusia maupun setan tak akan berani untuk menyerang kamu, sebab mereka melihat kamu mengenakan pakaian pertahanan yang sedemikian kuat. Biarkan tanda salib itu mengajarkan kamu bahwa kamu adalah seorang prajurit, siap untuk memerangi setan, dan siap bertarung untuk mahkota keadilan. Salib telah mengalahkan kematian, menghancurkan dosa, mengosongkan neraka, mengusir Setan, dan memulihkan alam semesta. Masih ragukah kamu akan kekuatan tanda salib?”
 
Ada dua aspek utama dari Tanda Salib: penandaan diri kita dengan tanda salib dan dan kata-kata yang kita ucapkan di saat membuat Tanda Salib itu. 
 
Ritual membuat Tanda Salib memiliki akar dalam Kitab Suci. Secara khusus, beberapa Bapa Gereja melihat praktek Kristen dalam membuat Tanda Salib yang digambarkan dalam kitab Yehezkiel, di mana tanda misterik di dahi digunakan sebagai tanda perlindungan ilahi dan sebagai tanda yang membedakan orang benar dari orang jahat. Yehezkiel memiliki penglihatan tentang banyak pemimpin di Yerusalem yang menyembah matahari dan berhala lainnya di Kuil Tuhan dan berperilaku jahat (Yeh 8). Karena ketidaksetiaan mereka kepada perjanjian Allah, kota Yerusalem dihukum dan orang-orang dibawa ke pengasingan (pembuangan). 
 
Akan tetapi, tidak setiap orang di Yerusalem berperilaku jahat. Mereka memang mendesah dan mengerang atas kekejian di Yerusalem dan memilih untuk tetap setia kepada Tuhan. Mereka yang benar ini akan menerima tanda misterius: huruf Ibrani taw – yang memiliki bentuk X atau salib – akan ditaruh pada dahi mereka. Tanda spiritual ini adalah untuk membedakan mereka dari sisa budaya yang korup dan akan berfungsi sebagai tanda perlindungan ilahi (Yeh 9:4-6). Seperti darah pada tiang pintu yang melindungi keluarga Israel dari hukuman Allah di Mesir pada Paskah pertama, tanda di dahi dalam Yehezkiel 9 akan melindungi orang-orang yang setia di Yerusalem saat penghakiman jatuh atas kota.
 
Orang-orang kudus Perjanjian Baru disegel dengan tanda yang sama. Seperti pada kitab Yehezkiel, kitab Wahyu menggambarkan orang-orang kudus di surga sebagai orang yang memiliki segel pada dahi mereka (Why 7:3). Seperti pada masa Yehezkiel, segel ini memisahkan umat Allah yang benar dari orang fasik dan melindungi mereka dari penghakiman yang akan datang (Why 9:4).
 
Orang-orang Kristen telah melihat tanda dari Yehezkiel sebagai suatu pratanda dari Tanda Salib. Sama seperti orang-orang beriman dalam masa Yehezkiel dilindungi dengan tanda menyerupai silang pada dahi mereka, demikian orang Kristen dijaga oleh salib Kristus dengan menandai diri mereka dengan Tanda Salib. Penandaan ini memiliki signifikansi luar biasa. Dari perspektif alkitabiah, setiap kali kita menandai diri kita dengan tanda salib, kita melakukan dua hal. Pertama, kita mengungkapkan keinginan kita untuk dipisahkan dari cara korup dunia dewasa ini. Seperti pada waktu Yehezkiel, ada banyak di antara umat Allah yang tidak ingin mau berperilaku jahat. Zaman kita ditandai dengan keserakahan, keegoisan, kesepian, pernikahan bermasalah, dan kehidupan keluarga terganggu, membuat tanda salib dapat mengungkapkan komitmen yang kuat untuk hidup sesuai dengan standar Kristus, bukan dunia. Sementara dunia sekuler terperangkap oleh uang, kesenangan, kekuasaan, dan kenikmatan sebagai tanda penting dari kehidupan yang baik, orang-orang Kristen mengejar jalan yang lebih tinggi untuk kebahagiaan sejati, yang hanya ditemukan dalam kasih pengorbanan Kristus di Kalvari – cinta yang dilambangkan dengan tanda salib.
 
Kedua, ketika kita menandai diri kita dengan tanda salib, kita memohon perlindungan Allah bagi hidup kita. Dalam tanda salib, kita memohon Allah untuk menjaga kita dari segala bahaya dan kejahatan. Banyak orang Kristen membuat Tanda Salib agar kuat melawan godaan dan mencari bantuan Allah di tengah-tengah penderitaan dan cobaan besar. Banyak orangtua menandai dahi anak-anak mereka dengan Tanda Salib, memohon Tuhan untuk memberkati dan melindungi mereka.
 
— dikutip dari majalah Keuskupan Agung Medan ‘Menjemaat’ edisi Maret 2017.
Sumber: WordPress.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s