Setiap Orang Membutuhkan Cahaya dalam Perjalanan Hidupnya

Setiap Orang Membutuhkan Cahaya dalam Perjalanan Hidupnya

 

Sabda Hidup

Jumat, 16 Desember 2016 | Hari Biasa Pekan III Adven

warna liturgi Ungu

 

Bacaan

Yes. 56:1-3a,6-8; Mzm. 67:2-3,5,7-8; Yoh. 5:33-36. BcO Mi. 7:14-20

Bacaan Injil: Yoh. 5:33-36.

33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; 34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. 35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. 36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

 

Renungan:

Kehadiran Yohanes hanya sebentar saja. Namun dia telah banyak mengubah hidup orang pada jamannya. Ia menjadi terang yang menuntun mereka di kegelapan. Walau singkat orang pun bisa menikmati cahayanya. “Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu” (Yoh 5:35).

Banyak perkembangan yang dirasakan masyarakat DKI kala dipimpin oleh Ahok dan Djarot. Orang-orang pun mengakui kinerja mereka. Mereka bisa merasakan pelayanan publik yang cepat, bersih dari korupsi, sarana-sarana publik disiapkan, orang-orang khususnya anak-anak bisa bermain dengan aman di taman. Namun Ahok sekarang ini ada masalah. Ia disidang. Apakah ia hanya akan sebentar seperti Yohanes? Kita tidak tahu.

Cahaya itu memang kadang bisa kita nikmati sebentar saja. Setelah kita menemui cahaya kita bersyukur. Cahaya itu telah menuntun kita melewati kegelapan. Semoga cahaya itu terus bersinar, tidak redup dan dimatikan oleh yang lain. Orang-orang membutuhkan cahaya bagi perjalanan hidupnya.

 

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu memasuki ruangan gelap. Nyalakanlah lilin. Nikmati cahaya awalnya. Rasakan tuntunan cahaya di kegelapan itu.

Refleksi:

Bagaimana menjaga nyala cahaya kebaikan?

Doa:

Tuhan, semoga cahaya kebaikan di sekitar kami tetap terjaga. Semoga kami pun selalu mampu menjaga nyalanya. Amin.

Perutusan:

Aku akan menjaga nyala cahaya kebaikan.

Source: http://thepublicchurch.org/
Source: http://thepublicchurch.org/

-nasp-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s