Setiap Hari adalah Hari Jumat

Aku sangat suka hari Jumat. Bahkan semua orang juga menyukai hari istimewa ini. Sering sekali jika sudah hari Jumat orang lebih bersemangat. Biasanya diekspresikan lewat makan siang keluar. Atau sehabis pulang bekerja, nge-date bareng. Ada saja ritual yang dilakukan pada hari Jumat. Sebagai rasa gembira atas bebasnya sejenak dari rutinitas pekerjaan yang sudah dilakukan setiap hari. 😀

Saya begitu menyukai hari Jumat semenjak saya dimutasi dari bagian Personalia (HRD) ke Divisi Project. Pada saat bekerja di bagian HRD, saya menjalani enam hari kerja. Namun karena pengurangan SDM di divisi HRD, saya pun harus rela dipindahkan Divisi Project. Di sini saya menjalani lima hari kerja.

Hari-hari di departemen baru membuat saya sering jenuh Sangat berbeda dengan suasana kerja pada saat di HRD. Suasana tim yang solid, friendly dan sangat support. Atasan yang tidak membuat anak buah terintimidasi. Di bagian baru, saya mulai beradaptasi dengan atasan yang kalau ngomong nyentrik sekali.

Bahkan sering 4 bulan pertama saya menangis. Ingin mengundurkan diri tetapi karena saya belum memiliki momongan saya rasa rugi jika tidak bekerja. Saya juga masih memiliki tanggung jawab untuk adik saya.  Jadi saya putuskan untuk tetap bertahan. Prinsip saya, dengan sikap atasan saya begitu akan membuat saya semakin bisa menghadapi hidup yang memang makin hari makin keras.

Namun kondisi itu membuat saya hanya bahagia bekerja jika hari Jumat. hehe

Benakmu memberontak, “Apa yang aku lakukan?”Mengapa aku biarkan aku bahagia hanya di hari Jumat. Bahkan hari Minggu juga aku tidak bahagia, mengingat besok adalah hari Senin.” Dari kondisi hati yang memberontak itu aku mulai menata hatiku.

Aku berdoa dan mengucap syukur atas pekerjaanku. Sehingga aku bisa membantu keluarga. Hidup layak dan tidak mengemis. Bersyukur karena atasan menegur jika aku membuat kesalahan. Sehingga aku tidak terlena dengan kesalahanku.Memang hanya kemenangan kecil ketika aku bisa bahagia setiap harinya. Namun kondisiku jauh lebih baik di banding ketika aku hanya menantikan bahagia ku di hari Jumat.

Aku jadi teringat sebuah restoran bernam Friday dalam satu seri film. Mereka juga tidak hanya merayakan pesta di hari Jumat. Mereka melakukannya setiap hari. Jadi bahagia-ku bukan hanya di hari Jumat, tetapi setiap hari. Karena aku membuat setiap hari harus menjadi berkat 😁 karena Tuhan memberkati setiap hari dengan berkat yang berkelimpahan. So, setiap hari adalah hari Jumat. Karena mampu bersyukur.

 

1 Tesalonika 5:18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Source: www.lovethispic.com
Source: http://www.lovethispic.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s