Mendahulukan Kasih di atas segalanya

Senin, 3 Oktober 2016 | Hari Biasa

Mendahulukan Kasih di atas segalanya

Renungan-Katolik.com – Kompetisi sepakbola kerap menampilkan kekerasan dan tindak curang, terlebih di tingkat bergengsi seperti Liga Inggris. Namun, satu pertandingan klub West Ham versus Everton (2000), menampilkan teladan mencengangkan. Terutama melihat sosok teladan tersebut ialah Paolo Di Canio, seorang pemain yang mudah meledak marah.

Ketika melawan Everton di Goodison Park pada Desember 2000, Di Canio dengan sportif menghentikan pertandingan ketika melihat kiper, Paul Gerrard, mengalami cedera di luar kotak penalti saat ingin membuang bola.

Saat itu, kedudukan masih imbang 1-1, dan Di Canio bisa dengan mudah mencetak gol dengan sundulan. Namun, dia justru menangkap bola agar Gerrard mendapatkan perawatan medis. Sikap yang membuat Di Canio mendapat standing applause dari penonton di stadion Goodison Park. Dan pada 2001, Di Canio diganjar penghargaan FIFA Fair Play Award.

Sebenarnya, siapapun insan yang mendengar kisah Di Canio merasa adalah hal yang sudah sepatutnya. Namun banyak yang tercengang karena kasih terhadap sesama telah kalah untuk meraih gengsi dan kemasyuran.

Perumpamaan orang Samaria yang menolong orang Yerusalem sebagaimana dikisahkan Yesus pada satu ahli Taurat juga mencela sikap merendahkan sesama. Terutama karena mengerti kasih terhadap Allah dan sesama yang melahirkan kehidupan kekal. Para ahli Taurat memahami ajaran ini namun tidak mengindahkannya.

Sabda Allah pada hari ini kembali menyentuh nurani kita untuk mengasihi Allah dan sesama.

Pujilah Tuhan selalu!

 

Sumber Permenungan:

 

Bacaan pertama: Gal. 1:6-12

Gal 1:6  Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,

Gal 1:7  yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Gal 1:8  Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Gal 1:9  Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Gal 1:10                Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Gal 1:11                Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Gal 1:12                Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

 

Mazmur:  Mzm. 111:1-2,7-8,9,10c

 

Bacaan Injil:  Luk. 10:25-37

Luk 10:25             Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Luk 10:26             Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

Luk 10:27             Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Luk 10:28             Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Luk 10:29             Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Luk 10:30             Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Luk 10:31             Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:32             Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Luk 10:33             Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Luk 10:34             Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Luk 10:35             Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Luk 10:36             Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Luk 10:37             Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

 

Sumber Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016 | Youtube

Source: www.123rf.com
Source: http://www.123rf.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s