Meneruskan Peran sebagai Hamba Allah

Minggu, 2 Oktober 2016 | Hari Minggu Biasa XXVII

Meneruskan Peran sebagai Hamba Allah

Renungan-Katolik.com – Seorang bapa tua memilih pulang ke kampung halamannya saat pensiun. Dia tak ingin merepotkan anak-anaknya di masa tua.

“Kenapa demikian, bapa,” tanya seorang putranya. “Bukankah kami ingin membalas kasih dan pengorbanan bapa selama ini, yang membuat kami cerdas dan sejahtera.”

“Tanggungjawabku sebagai orangtuamu hampir selesai. Kini giliranmu lah yang berjuang untuk menjadikan anakmu cerdas dan sejahtera,” tukas bapa tua itu.

Sebelumnya, si bapa tua juga tak sempat membalas sepenuhnya kasih sayang orangtuanya. Sebaliknya, orangtua si bapa tua itu menasihatkan dirinya agar memelihara cucu-cucunya dengan baik.

Demikian juga pesan Yesus kepada para rasul agar siap menanggung beban sebagai pewarta Allah. Beban dari peran tersebut pun kini diwariskan kepada setiap insan yang sungguh percaya pada Allah. Dan dalam surat Paulus kepada Timotius juga ditegaskan: “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.”

Paulus juga mewariskan nasihat senada,”Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”

Pujilah Tuhan selalu!

 

Sumber Permenungan:

Bacaan pertama: Hab. 1:2-3; 2:2-4

Hab 1:2 Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?

Hab 1:3 Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi.

Hab 2:2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.

Hab 2:3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Hab 2:4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

 

Mazmur:  Mzm. 95:1-2,6-7,8-9

 

Bacaan kedua:  2Tim. 1:6-8,13-14

2Tim 1:6               Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

2Tim 1:7               Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

2Tim 1:8               Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

2Tim 1:13             Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

2Tim 1:14             Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

 

Bacaan Injil:  Luk. 17:5-10

Luk 17:5                Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”

Luk 17:6                Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Luk 17:7                “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

Luk 17:8                Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Luk 17:9                Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Luk 17:10             Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Source: marlisatenggara.com
Source: marlisatenggara.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s