Hidup Kita Harus Berarti

Sabtu, 24 September 2016 | Hari Biasa

Hidup Kita Harus Berarti

Renungan-Katolik.com – Selamat pagi sahabat Renungan Katolik yang terkasih. Kasih Tuhan kita Yesus Kristus melingkupi kita sepanjang hari ini.

Perenungan hari ini terilhami dari Injil, “Pemberitahuannya kedua tentang penderitaan Yesus.”

Saat hendak ingin menulis perenungan dari Injil hari ini, saya teringat syair lagu yang liriknya demikian.

Dunia belum berakhir, bila kau tinggalkan aku. Masih banyak teman temanku disini menemaniku.

Pasti semua bertanya apa hubungan dengan perikop Injil tersebut? Hehehe

Saya ingin menyampaikan kehidupan kita tidaklah seperti lirik lagu diatas. Seperti sebuah percintaan yang putus bisa cari ganti kembali. Hidup harus berarti. Seperti Injil hari ini, Yesus menegaskan kembali bagaimana Dia akan dihukum mati. Dia ada misi mengapa harus lahir ke dunia.

Begitu juga dengan kita, ketika hidup kita berakhir, misi kita sudah kita laksanakan dan lakukan. Yaitu mewartakan Injil dan melakukan firman Allah. Hidup hanya sekali, tidak ada kesempatan ke dua kali untuk kembali ke dunia. Yang menanti kita hanya dua, “kehidupan kekal atau siksaan kekal.”

Salam.

Sumber Permenungan:

Bacaan pertama: Pkh. 11:9-12:8

Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”,

sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan,

pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur,

dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk,

juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi?karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan,

sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur,

dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.

 

Mazmur:   Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17

 

Bacaan Injil:    Luk. 9:43b-45

Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. (9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Source: slaveofjesuschrist.me
Source: slaveofjesuschrist.me
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s