Hati yang Risau karena Dosa

Kamis, 22 September 2016 | Hari Biasa

Hati yang Risau karena Dosa

Renungan-Katolik.com – “Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.” Kutipan sabda Allah dalam Kitab Pengkhotbah, sungguh menarik. Sebab mengandung ajaran bahwa setiap hal dalam kehidupan fana ini akan segera berakhir. Hanya Allah yang kekal.

Dalam bacaan Injil di renungan hari ini, kita mendapati kisah Raja Herodes yang gusar hatinya karena desas-desus bahwa Yohanes Pembaptis telah bangkit. Padahal, dia sendiri telah memerintahkan dan memastikan agar putra Zakaria tersebut dibunuh.

Herodes yang hidup sezaman dengan Yesus, berkeyakinan kerajaannya tidak akan terusik lagi oleh teguran dari nabi Yohanes. Namun, dia tidak menyadari bahwa Yesus sendiri tetap mewartakan kabar keselamatan sebelum tiba masa kematian-Nya demi penebusan dosa manusia.

Sahabat Arsik Renkat! Dalam renungan hari ini, sosok Herodes juga pernah menghiasi kehidupan kita. Yakni, tatkala kita jenuh untuk mendengar dan meresapi firman Allah sendiri. Kita cenderung ‘membunuh’ suara hati dan terjerumus ke dalam dosa.

Namun keadaan tersebut tidak menyurutkan kasih Allah. Bukankah Dia selalu menyerukan bahwa kedatangan-Nya untuk orang-orang berdosa? Maka sepantasnyalah kita merendahkan hati dan mengakui dosa agar pantas menerima kasih kerahiman-Nya.

Pujilah Tuhan selalu. Amin.

Sumber Permenungan:

Bacaan pertama: Pkh. 1:2-11

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.

Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.

 

Mazmur:  Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17

 

Bacaan Injil:    Luk. 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Source: www.youtube.com
Source: http://www.youtube.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s