Tuhan Datang untuk Orang Berdosa

Rabu, 21 September 2016 | Pesta St. Matius Rasul

Tuhan Datang untuk Orang Berdosa

Renungan-Katolik.com – Ketika merayakan Natal pada tahun 2001, saya melirik kado milik adik perempuanku. Sebuah buku berukuran saku dengan sampul yang indah. Namun, saat membacanya gagasan si penulis terus terpatri dalam ingatan saya. Yakni sejak kelahiran-Nya, Yesus memilih tempat yang paling hina. Bersama para gembala di kandang domba.

Buah rendah hati ini lah yang mencerminkan sasaran pewartaan Tuhan kita: orang-orang berdosa dan terpinggirkan di zaman-Nya. Dalam renungan hari ini, kita mendapati peristiwa Yesus memanggil Matius menjadi murid-Nya.

Matius merupakan seorang pemungut cukai yang dibenci dan dipinggirkan oleh bangsanya. Karena dia memungut uang pajak untuk kaisar Romawi, dan mendapat upah dari kerajaan yang menindas orang-orang Israel. Alasan tersebut lah yang menjadikan Matius dicap sebagai pendosa dan penjajah di tengah bangsa Israel.

Namun kita patut bersyukur, sebab dari peristiwa Matius dipanggil sebagai murid Yesus ada rahmat yang juga mengalir hingga kini. Yakni melalui sabda Tuhan sendiri: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Pujilah Tuhan selalu. Amin.

Sumber Permenungan:

Bacaan pertama: Ef. 4:1-7,11-13

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

 

Mazmur: Mzm. 19:2-3,4-5

 

Bacaan Injil:   Mat. 9:9-13

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Copyright: i.ytimg.com
Copyright: i.ytimg.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s