Rahmat Allah untuk Setiap Manusia, juga yang Berdosa

Minggu, 18 September 2016 | Hari Minggu Biasa XXV

Rahmat Allah untuk Setiap Manusia, juga yang Berdosa

Renungan-Katolik.com – Salam atas kasih Allah, Sahabat Arsik Renkat! Selamat hari Minggu!

Dalam perenungan Sabda Allah hari ini, saya sungguh terbantu penjelasan dalam buku “Tiada Kata Tanpa Makna” karya Romo Josep Susanto (Imam Projo di Keuskupan Agung Jakarta). Sejujurnya, saya kerap salah menanggapi kisah ‘Bendahara yang tak Jujur’ ini. Yakni mengaitkannya dengan tindak korupsi.

Dalam penuturan buku sarat Ilham ini, menafsirkan kisah tersebut sebaiknya merujuk pada Kitab Lukas bab sebelumnya, hingga perumpamaan tersebut dituturkan oleh Yesus. Khususnya bab 15: “Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.””.

Dari kutipan tersebut menjadi jelas bahwa Yesus menyampaikan perumpamaan ‘Bendahara tak Jujur’ sebagai pengajaran terhadap orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merendahkan orang-orang berdosa sehingga tidak pantas menerima rahmat Allah. Padahal rahmat adalah hak Allah. Sehingga Yesus kerap mendekati orang-orang berdosa, agar mereka juga diselamatkan.

‘Bendahara yang tidak jujur tersebut berani melepas yang bukan miliknya (hutang orang kepada tuannya). Dan ia tidak rugi, sebaliknya ia malah beroleh pujian dari tuannya.

Sebagai murid Tuhan kita juga diajar memahami bahwa kasih dan rahmat Allah tercurah bagi seluruh manusia ciptaan-Nya. Tanpa memandang dosa, bangsa dan latar belakang lainnya.

Hati-hati baca ayat 9.

Kebanyakan tafsiran langsung menyimpulkan agar kita menggunakan harta duniawi untuk memupuk harta surgawi (usul: Jangan cepat-cepat lari ke situ). Maksud Yesus dengan kata-kata itu ialah : “Orang jahat dan seperti bendara itu saja tahu dan rela melepaskan apa yang bukan menjadi miliknya untuk memperoleh keuntungan.”

Inilah maksud kalimat ‘jalin lah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur.’ Demikian pun kita, guna memperoleh keselamatan kita tidak perlu menjadi egois, iri hati, menikmati rahmat hanya untuk diri kita saja.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan pertama: Am. 8:4-7

Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini

dan berpikir: “Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?”

TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!

 

Mazmur:  Mzm. 113:1-2,4-6,7-8

 

Bacaan kedua: 1Tim. 2:1-8

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul?yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta?dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

 

Bacaan Injil:  Luk. 16:1-13

Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?

Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Copyright: www.indocell.net
Copyright: http://www.indocell.net
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s