Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Kamis, 8 September 2016 | Pesta Kelahiran SP Maria

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Renungan-Katolik.com – Pada tanggal 8 September setiap tahun, Gereja merayakan Pesta Kelahiran S.P. Maria. Bacaan-bacaan Kitab Suci yang digunakan dalam Misa Kudus yakni: Bacaan Pertama boleh dipilih antara Mi 5:1-41 atau Rm 8:28-30, dan bacaan Injil boleh dipilih antara versi panjang Mat 1:1-16.18-23 atau versi singkat Mat 1:18-23. 

Marilah kita merenungkan makna pesta kelahiran Bunda Maria ini, terutama dengan mendasarkan permenungan itu pada bacaan ‘Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Roma’ seperti dikutip di atas. Relevansi Maria dalam sejarah penyelamatan umat manusia yang diprakarsai oleh Allah juga sebisa-bisanya disoroti.

Sebuah tradisi dalam Gereja yang lebih dari 1500 tahun lamanya 

Tanggal kelahiran Maria tidak tercatat dalam Kitab Suci. Pesta kelahiran Maria barangkali dimulai di Yerusalem sekitar abad ke-6. Ini adalah pendapat dari G. Mealo dalam tulisannya yang berjudul Natività di Maria.[1] Namun demikian sejak abad ke-5 terdapat bukti adanya sebuah gereja yang didekasikan kepada Santa Anna (ibunda dari Maria) yang terletak di sebelah utara Bait Allah di Yerusalem. Pada tahun 603, Patriark/Beatrik Yerusalem yang bernama Sophronius, mengatakan bahwa  di lokasi gereja itulah Maria dilahirkan.

Pilihan sebuah hari di bulan September berasal-mula dari kenyataan bahwa di Konstantinopel (sekarang: Istambul di Turki) suatu tahun dimulai pada 1 September – hal ini masih berlaku pada Gereja Timur. Tanggal 8 September di kemudian hari ditetapkan sebagai dasar penentuan ‘Hari Raya S.P. Maria dikandung tanpa dosa’ yang jatuh pada tanggal 8 Desember, yaitu 9 bulan lebih dahulu. ‘Pesta Kelahiran S.P. Maria’ diperkenalkan di Roma menjelang abad ke-7.

Sumber Permenungan:

Bacaan I:  Rm. 8:28-30

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

 

Mazmur: Mzm. 13:6ab,6cd

 

Bacaan Injil:  Mat. 1:1-16,18-23

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” ?yang berarti: Allah menyertai kita.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016 | https://sangsabda.wordpress.com/2010/01/27/pesta-kelahiran-santa-perawan-maria/

Sumber gambar: en.wikipedia.org
Sumber gambar: en.wikipedia.org
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s