Iman & Pengharapan Atas Belas Kasih Allah

Sabtu, 27 Agustus 2016 | Peringatan Wajib St. Monika

Iman & Pengharapan Atas Belas Kasih Allah

Renungan-Katolik.com – Ditinggal mati oleh insan yang kita kasihi adalah peristiwa yang teramat berat. Apapun hendak kita korbankan demi mempertahankan dia tetap hidup.

Sahabat Renkat, dalam renungan bacaan Injil pada hari ini kita mendapati sosok seorang janda mengalami titik nadir tersebut. Putranya baru saja meninggal. Seorang janda, dan dia juga ditinggal mati putranya. Walau tidak disebut, berapa anak yang dia miliki, namun peristiwa tersebut tentu sungguh mengguncang jiwanya.

Meski dirundung duka, si ibu malang tersebut rupanya tak larut terlalu dalam. Dia memiliki iman dan pengharapan besar, terutama saat mendapat kabar bahwa Mesias datang ke kotanya, Nain.

Iman yang besar ini menggerakkan belas kasih Yesus. Dan Dia membangkitkan putra sang janda tersebut.

Mukjizat yang kita baca pada pagi ini, akan terkesan biasa karena pemikiran tentu saja Tuhan mampu melakukannya. Tetapi iman dan pengharapan si ibu di kota Nain itu, adalah ilham iman yang sangat berharga. Siapakah kita manusia yang fana ini, tanpa belas kasih Allah? Dia menciptakan kita manusia, memanggil kita pada saatnya, namun juga berkuasa membangkitkan kita kembali. Dengan iman dan pengharapan, kebangkitan kita semoga menjadi saksi-Nya pada masa penghakiman.

 

 

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: 1Kor. 1:26-31

Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

 

Mazmur: Mzm. 33:12-13,18-19,20-21

 

Bacaan Injil: Luk. 7:11-17

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

27 agt 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s