Mengasihi Allah dengan Mengasihi Sesama

Jumat, 19 Agustus 2016 | Yohanes Eudes

Mengasihi Allah dengan Mengasihi Sesama

Renungan-Katolik.com – Ingatkah kita ketika Yesus menerima kita? Walaupun hidup kita kotor, berdosa,  dan sikap yang mengecewakan, Yesus tetap menerima kita apa adanya. Yesus tidak takut menjadi teman kita orang berdosa. Yesus mengasihi kita ketika kita masih berdosa.

Sama seperti Yesus menerima kita, Dia mau kita juga bisa menerima orang lain. Bisa menerima orang berdosa. Bisa mengasihi orang berdosa bagaimana pun keadaan hidup mereka. Melihat orang berdosa seperti Yesus melihat mereka dengan mata penuh kasih.

Mengasihi orang berdosa bukan berarti kita menerima perbuatan dosa mereka. Tetapi kita mengasihi mereka sebagai ciptaan Tuhan yang juga dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Kita bisa berikan perhatian kepada mereka dengan meluangkan waktu bersama mereka, menjalin persahabatan dengan mereka sehingga kita bisa berbagi dengan mereka. Karena wujud mengasihi Allah adalah dengan mengasihi sesama kita.

Saya juga pada saat menulis permenungan ini, merasa ‘tertusuk hati’ mengingat saya sering menghakimi di dalam hati kepada orang yang saya anggap salah. Namun saat menulis permenungan ini, saya memohon kepada Yesus agar Dia membuat saya semakin mengasihi sehingga saya layak disebut mengasihi Allah saya.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Yeh. 37:1-14

Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.

Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”

Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.

Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”

 

Mazmur:  Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9

 

Bacaan Injil:  Mat. 22:34-40

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

Sumber gambar: http://pre03.deviantart.net/
Sumber gambar: http://pre03.deviantart.net/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s