Mengampuni itu Indah (2)

Mengampuni itu Indah

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”( Kolose 3:13)

 

Perasaan terluka dan disakiti membuat hati menderita dan sampai membuatku tidak mampu konsentarsi dan berpikir jernih. Namun aku berpikir aku tidak bisa tinggal dalam situasi itu karna itu akan memperburuk keadaan. Aku mulai bangkit dari ke egoisanku. Pelan-pelan ku kalahkan diriku meski terasa sangat sulit dan mulai melangkah memperbaiki hubunganku dengan saudariku itu, aku terus menerus berusaha menyapanya dengan satu keyakinan bahwa  Tuhan sudah mengampuniku  maka aku pun harus mampu mengampuni saudariku. Aku juga sadar bahwa dalam perjalanan hidupku kerap melukai hati saudaraku yang lain. Pengalaman yang menurutku pahit itu membawaku pada permenungan Tuhan telah memberiku anugrah terindah lewat peristiwa itu.

Aku dapat memahami apa artinya mengampuni  saat aku  menyadari apa artinya diampuni oleh Allah. Ketika Ia mengampuni dosa dosaku, Ia tak lagi menganggap aku bertanggung-jawab atas apa yang sudah  kulakukan yang tidak berkenan bagiNya. Ia tak lagi marah kepadaku oleh karena dosa dosaku. Aku telah diperdamaikan denganNya. Demikian juga, ketika aku benar-benar mengampuni saudariku itu, kubebaskan rasaku dari  keinginan untuk mendapatkan keadilan atau balas dendam. Aku tak lagi marah kepada saudariku yang  menyakitiku. Aku telah berdamai. Jika aku berpegang pada rasa sakit, maka itu hanya akan berakhir dengan menyakiti diriku sendiri. Bila aku tidak mengampuni saudariku itu, aku  menciptakan kepahitan dan kemarahan dalam diriku. Setiap kali aku mulai merasa kepahitan terhadap seseorang, aku ingat apa yang Yesus lalukan di kayu salib, bagaimana Dia mengasihi kita dan Dia rela untuk memberikan nyawa-Nya sehingga dosa-dosa kita  dapat diampuni. Dia ditolak dan dihina saat Dia tergantung di salib, tapi Dia melihat semua orang dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Lukas 23:34). Tuhan sudah mengampuni Aku. akupun harus mengampuni saudariku.

Berbicara tentang  pengampunan bukanlah hal yang mudah apalagi harus mengampuni orang yang membuat kita merasa terluka berat. Tetapi ketika kita belajar mengampuni akan terasa indah. Saat kita mengampuni orang lain yang telah berbuat salah kepada kita, kita sedang menunjukkan, membagikan dan memberikan kasih TUHAN kepada orang itu.  Seberapapun besar kesalahan yang dibuat orang lain kepada kita, tidak pernah akan melampaui kesalahan-kesalahan yang kita buat kepada TUHAN.  Sebenarnya TUHAN punya hak untuk lebih sakit hati karena kesalahan kita, tetapi toh karena kasihNya DIA tetap mengampuni kita berkali-kali.

Semoga kita mampu mengampuni orang yang bersalah kepada kita sebab Tuhan sudah  mengampuni kita.  Tuhan menginginkan kita, Orang-orang yang telah diampuni olehNya dapat menjadi saluran pengampunan itu kepada sesama kita.

www.lemmonythings.com
http://www.lemmonythings.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s