Mengampuni itu Indah (1)

Mengampuni itu Indah

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”( Kolose 3:13)

 

Aku Merasa hatiku terluka dan tersakiti oleh kejadian itu. Rasa berontak muncul dalam diriku, namun tak satu katapun sanggup keluar dari mulutku, aku hanya terdiam dan menangis. Pertengkaranku dengannya masih sangat jelas terulang dalam pikiranku, semakin aku berusaha menepis bayangan itu semakin kuat ia mengikutiku.  Kata-kata yang membuat perasaanku hancur lebur itu terus terngiang seturut luruhnya air mataku.., terasa sakit..sakit sekali.., mengapa harus sesakit ini, dan mengapa harus terjadi.., tidak ada lagilah sesuatu yang baik dari diriku yang mampu di lihat saudariku ini dan tidak dilihatkah usaha usahaku untuk itu? sampai harus kata-kata yang begitu keras ia lontarkan tanpa memperhitungkan rentannya perasaanku., harapan tentang indahnya hidup persaudaraan ini  serasa pupus begitu saja..,

Aku bergulat dengan diriku, antara marah, benci dan sedih bercampur memenuhi hatiku. Sebenarnya aku menyadari semakin aku marah aku pun semakin tersiksa.., duh.. kepalaku pun jadi terasa pusing. Untaian kata “ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami” saat mendoakan Bapa Kami terasa sulit sekali ku ucapkan dan aku bahkan terdiam.., Mengampuni..????, O..o.. tunggu dulu., hatiku masih sangat terluka..,  suara kecil seolah berbisik di hatiku…celin…bukankah setiap hari kamu mendoakannya.., tak mampu kah doa itumeluruhkan hatimu..??, aku menepis suara itu.., kemarahan masih sangat menyelimuti hatiku., aku butuh waktu, kataku dan air mataku pun kembali membasahi wajahku

Pagi itu aku melangkahkan kakiku menuju ruang doa dengan membawa rasa sakit yang tak kunjung hilang..aku memandang Salib Tuhanku..Aku mencoba untuk merasakan pengampunan Tuhan dalam diriku. Betapa Tuhan tidak pernah menghitung hitung kesalahan yang kuperbuat, Dia selalu memaafkan aku. Jika aku melakukan kesalahan entah sebanyak apapun hari ini  Tuhan tidak pernah dendam kepadaku. Dia tetap memberiku nafas kehidupan dan hari baru, mengapa aku tak mampu memaafkan saudariku itu. Dalam hati aku berkata: Tuhan mampukan aku.., tanpaMu aku tak memiliki kekuatan untuk melakukannya.

Bisikan lembut itu membawaku pada permenungan tentang alasan Tuhan member diri-Nya untukku dan untuk umat-Nya. Ia memiliki Cinta yang besar untuk semua orang, bukan malah mendendam atas semua kesalahan dan kelemahanku. Ya..Tuhanku memiliki Hati yang hanya mampu untuk Mencintai, Mengasihi. Itu artinya kalau aku  hidup dengan kasihNya, maka kasihNya itulah yang akan memampukan aku untuk mengampuni.  KasihNya yang sempurna itu dalam hidupku. Dengan merasakan pengampunan dan kasih  yang dari Tuhan akupun semakin mampu mengampuni saudariku itu.

 

(bersambung …)

www.lemmonythings.com
http://www.lemmonythings.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s