Merayakan Pesta Maria diangkat ke Surga

Minggu, 14 Agustus 2016 | HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA

Merayakan Pesta Maria diangkat ke Surga

Renungan-Katolik.com – Hari Minggu ini ditetapkan Gereja sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Pesta ini biasanya dirayakan setiap tanggal 15 Agustus, sebuah tradisi sejak abad VI.

Santa Perawan Maria diangkat ke surga merupakan sebuah dogma yang ditetapkan  Paus Pius XII melalui Konstitusi Apostolik “Munificentissimus Deus” (Allah yang sangatmurah hati) yang diumumkan tanggal 1 Nopember 1950.

Dogma adalah sebuah pengajaran yang terkait denga wewenang mengajar  Gereja (ex catedra) yang secara implisit maupun eksplisit dinyatakan di dalam  Kitab Suci atau Tradisi Suci, yang harus dipercaya oleh umat beriman sebagai sebuah kebenaran.

Dogma ini menyusul  beberapa dogma sebelumnya tentang Bunda Maria, yaitu :

  1. Maria Bunda Allah (Theotokos/Mater Dei) melalui Konsili Efesus thn 432 dan Konsili Chalcedon th 451.
  2. Maria Tetap Perawan (Maria Virgini) melalui Konsili Konstantinopel th 553 dan Konsili Lateran th 649.
  3. Maria dikandung tanpa noda dosa asal (Immaculata conception) yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX tanggal 8 Desember 1854. Bagaimana kita dapat memahami dogma ini ?   Tuhan menciptakan Maria dalam rahim Santa Anna, ibunya,  tanpa noda dosa asal.  Mengapa ? Karena Tuhan menghendaki demikian supaya Maria dapat mengandung Yesus, Putera Allah. Pada akhir hidup Maria di dunia, Tuhan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang istimewa bagi Bunda Maria. Tubuhnya tidak dimakamkan, tetapi Tuhan mengangkat tubuhnya ke surga.  Bunda Maria diangkat jiwa dan raganya ke surga agar ia dapat senantiasa bersama denga Yesus. Sungguh suatu karunia yang amat istimewa yang dianugerahkan kepada Maria, karena Tuhan amat mengasihinya.

Beberapa  dasar biblis dari dogma ini :

1) Kej 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (= ular/setan) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu ..”

2) Gal 4:4 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorg perempuan ..”.

3) Lk 1:28 : “Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” …. “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan (ayat 42)  .. sesungguhnya mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku bahagia (ayat 48).

4) Why 12:1-6 : “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit : Seorg perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota denga 12 bintang di atas kepalanya”.  Keyakinan bahwa Bunda Maria diangkat ke surga sudah dimulai sejak abad V.

Lalu apa makna Pesta ini bagi kita ? Merayakan Pesta Maria diangkat ke surga dapat menjadi ungkapan kepercayaan akan masa depan kemanusiaan kita. Bahwa pada satu saat nanti umat manusia akan kembali berada bersama dengan Tuhan di surga. Kita yakin akan hal ini karena sudah terjadi pada Bunda Maria, yang kini sudah ada bersama Allah.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

 

Mazmur: Mzm. 45:10bc,11,12ab

 

Bacaan II:  1Kor. 15:20-26

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

 

Bacaan Injil:  Luk. 1:39-56

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016 | Paroki-Monika.org

http://communio.stblogs.org/
http://communio.stblogs.org/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s