Mendengarkan, Memelihara Kebahagiaan Sejati

Sabtu, 13 Agustus 2016 | Pontianus, Hippolitus

Mendengarkan, Memelihara Kebahagiaan Sejati

Renungan-Katolik.com – Seorang remaja merasa bahagia memiliki tato harimau mengaum di lengannya. Guratan permanen tersebut baginya merupakan pelecut keberanian serta status sebagai sosok yang patut ditakuti.

Ketika beranjak usia baya, tato tersebut menjadi olok-olok para anak-anak di sekitarnya. Sebab tubuhnya semakin tambun dan lamban. Ia pun kerap kerepotan menutupi tato di tubuhnya bila menghadiri pertemuan keluarga besar maupun saat bekerja di kantor. Kebahagiaan yang dulu mekar pun akhirnya redup berganti rasa malu.

Kebahagiaan merupakan harta yang diidamkan setiap kita. Pencapaian tersebut kerap terpatri dari harta benda, jabatan serta prestasi yang dimiliki. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi kita mendapati banyak contoh bahwa kebahagiaan tersebut hanya semu dan sementara belaka.

Sahabat RK! Dalam renungan hari ini, Yesus menyampaikan bahwa kebahagiaan yang kekal adalah : “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Arti dari Firman-Nya ini, mengundang kita untuk semakin dekat menjalin hubungan (relasi) dengan Allah.

Banyak dari kita mengakui dan mengatakan: Hidup di Dunia ini Sementara Saja. Tetapi, masih larut dengan kebahagiaan semu nan sementara. Bukankah pada akhirnya kita akan meninggalkan dunia fana ini? Karenanya marilah menambatkan hati serta menyendengkan telinga pada Firman Allah dan memeliharanya.

 

Sumber Permenungan:

Bacaan I: 1Taw. 15:3-4,15-16; 16:1-2

Kemudian Daud mengumpulkan segenap Israel ke Yerusalem untuk mengangkut tabut TUHAN ke tempat yang telah disiapkannya untuk itu.

Daud mengumpulkan bani Harun dan orang Lewi:

Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman TUHAN.

Daud memerintahkan para kepala orang Lewi itu, supaya mereka menyuruh berdiri saudara-saudara sepuak mereka, yakni para penyanyi, dengan membawa alat-alat musik seperti gambus, kecapi dan ceracap, untuk memperdengarkan dengan nyaring lagu-lagu gembira.

Tabut Allah itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tengah-tengah kemah yang dipasang Daud untuk itu, kemudian mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Allah.

Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN.

 

Mazmur:  Mzm. 132:6-7,9-10,13-14

 

Bacaan II:  1Kor. 15:54b-57

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.

Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Bacaan Injil:  Luk. 11:27-28

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

 

Pustaka: ImanKatolik.or.id | Ziarah Batin 2016

https://plattsvillemc.files.wordpress.com/2012/07/752456_33213655.jpg
https://plattsvillemc.files.wordpress.com/2012/07/752456_33213655.jpg
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s